0 menit baca 0 %

MTsN 3 Siak Kenalkan Siswa pada Peninggalan Sejarah Kerajaan Siak dan Tangsi Belanda Melalui Kegiatan Literasi Pagi Ceria

Ringkasan: Siak (Kemenag) - Suasana pagi, (04/11/2025) di MTsN 3 Siak tampak penuh semangat dan antusiasme. Ratusan siswa duduk rapi di Multi Purpose Room MTsN 3 Siak mengikuti kegiatan Literasi Pagi Ceria yang kali ini mengangkat tema Mengenal Peninggalan Sejarah Kerajaan Siak dan Tangsi Belanda.

Siak (Kemenag) - Suasana pagi, (04/11/2025) di MTsN 3 Siak tampak penuh semangat dan antusiasme. Ratusan siswa duduk rapi di Multi Purpose Room MTsN 3 Siak mengikuti kegiatan Literasi Pagi Ceria yang kali ini mengangkat tema “Mengenal Peninggalan Sejarah Kerajaan Siak dan Tangsi Belanda.” Kegiatan ini menghadirkan Abdullah, sebagai narasumber utama yang dikenal sebagai guru sekaligus pegiat literasi di madrasah tersebut.

Dalam pemaparannya, Abdullah menjelaskan dengan menarik tentang kejayaan Kerajaan Siak Sri Indrapura sebagai salah satu kerajaan besar di Riau yang meninggalkan berbagai peninggalan bersejarah, baik berupa bangunan, artefak, maupun nilai-nilai budaya. Ia juga memperkenalkan Tangsi Belanda sebagai salah satu situs kolonial yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah di Kabupaten Siak. Menurutnya, peninggalan sejarah bukan sekadar benda lama, tetapi menyimpan nilai perjuangan dan identitas bangsa yang harus dipahami oleh generasi muda.

Kepala MTsN 3 Siak, Idris, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kegiatan literasi ini menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kecintaan siswa terhadap sejarah lokal serta memperkuat karakter Nasionalisme. Menurutnya, literasi yang kontekstual akan membuat siswa lebih mudah memahami makna dari setiap pelajaran. “Literasi harus hidup dan dekat dengan kehidupan siswa. Belajar sejarah daerah membuat mereka bangga dan mencintai tanah kelahiran,” ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Fadhil Hazlami, siswa kelas VIII B, mengaku senang bisa belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan. “Saya baru tahu banyak tentang Kerajaan Siak dan Tangsi Belanda. Rasanya seperti kembali ke masa lalu dan mengenal asal-usul daerah sendiri,” katanya. Sementara itu, Itsar Ramadhan, siswa kelas VIII B juga, menilai kegiatan ini membuka wawasannya tentang betapa besar peran Kerajaan Siak dalam sejarah Riau. “Saya bangga jadi anak Siak. Kita harus menjaga peninggalan sejarah ini agar tetap dikenal,” ungkapnya.

Kegiatan Literasi Pagi Ceria ditutup dengan penyerahan gambar sejarah Tangsi Belanda dari narasumber kepada Kepala Madrasah sebagai simbol semangat menjaga dan mengenang nilai-nilai sejarah daerah. Melalui kegiatan ini, MTsN 3 Siak berhasil memadukan literasi, sejarah, dan nilai kebangsaan dalam suasana belajar yang ceria, bermakna, dan inspiratif. (Abd/Hd)