0 menit baca 0 %

MTs YPPI Bengkalis Gelar Sosialisasi Pengembangan Kurikulum Madrasah Berbasis Cinta

Ringkasan: Bengkalis (Kemenag) - Madrasah Tsanawiyah (MTs) YPPI Bengkalis menggelar kegiatan sosialisasi pengembangan kurikulum madrasah yang mengusung konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Senin, (20/10/2025).  Acara ini berlangsung di aula MTs YPPI Bengkalis dan dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik serta s...

Bengkalis (Kemenag) - Madrasah Tsanawiyah (MTs) YPPI Bengkalis menggelar kegiatan sosialisasi pengembangan kurikulum madrasah yang mengusung konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Senin, (20/10/2025).  Acara ini berlangsung di aula MTs YPPI Bengkalis dan dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik serta staf madrasah.

Sosialisasi ini dipandu langsung oleh pengawas MTs YPPI Bengkalis, Ibu Yeni Nopiyanti, S.Pd., M.Pd., yang juga menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Beliau memaparkan dengan rinci mengenai pentingnya perubahan pendekatan dalam sistem pendidikan, khususnya melalui penerapan KBC yang menekankan nilai kasih sayang, kepedulian, dan empati dalam proses pembelajaran.

Kurikulum Berbasis Cinta atau yang dikenal dengan singkatan KBC merupakan pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada hubungan emosional positif antara guru dan siswa. Tujuannya adalah menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan sehingga siswa lebih mudah dalam menyerap ilmu pengetahuan serta nilai-nilai karakter.

Dalam paparannya, Ibu Yeni menjelaskan bahwa KBC bukan hanya tentang kelembutan atau kasih sayang semata, tetapi juga mengedepankan kedisiplinan dengan pendekatan yang humanis. “Guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik dan pembimbing emosional bagi peserta didik,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan zaman, sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era modern. Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial, madrasah diharapkan mampu menjadi tempat yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan karakter mulia.

Kepala MTs YPPI Bengkalis, Ibu Jumillia, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pengawas serta partisipasi aktif para guru dalam kegiatan ini. Beliau juga menegaskan pentingnya penerapan KBC secara nyata dalam proses belajar mengajar di kelas.

“Saya berharap seluruh bapak dan ibu guru MTs YPPI Bengkalis dapat menerapkan dan mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta ini dalam setiap aktivitas pembelajaran. Karena dengan cinta, proses pendidikan akan menjadi lebih bermakna dan menyentuh hati peserta didik,” tutur Ibu Jumillia.

Lebih lanjut, beliau juga mengajak para guru untuk menjadikan KBC sebagai landasan dalam membangun komunikasi yang lebih positif dengan siswa, sehingga tercipta lingkungan belajar yang harmonis dan mendukung perkembangan karakter anak didik secara utuh.

Antusiasme para guru terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi aktif selama sesi sosialisasi berlangsung. Beberapa guru bahkan mengungkapkan keinginan mereka untuk segera mencoba metode-metode pembelajaran yang lebih inklusif dan berbasis empati sesuai dengan nilai-nilai dalam KBC.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi refleksi dan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk mulai menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten dan berkelanjutan. Diharapkan, dengan diterapkannya KBC, MTs YPPI Bengkalis dapat menjadi pelopor dalam menghadirkan pendidikan yang lebih humanis dan berorientasi pada penguatan karakter.