MTs Satu Atap Lahan Pesemaian Generasi Unggul
Ringkasan:
Jakarta (Pinmas)- Guna menuntaskan program wajib belajar 9 tahun, pemerintah Indonesia semakin giat membangun sarana belajar. Termasuk bekerjasama dengan Pemerintah Australia dalam pembangunan Madrasah Tsanawiyah diberbagai lokasi di tanah air. Sebagai langkah nyata program tersebut, Kamis (15/7) pa...
Jakarta (Pinmas)- Guna menuntaskan program wajib belajar 9 tahun, pemerintah Indonesia semakin giat membangun sarana belajar. Termasuk bekerjasama dengan Pemerintah Australia dalam pembangunan Madrasah Tsanawiyah diberbagai lokasi di tanah air. Sebagai langkah nyata program tersebut, Kamis (15/7) pagi Madrasah Tsanawiyah Satu Atap (MTs-SA) diresmikan.
Peresmian Madrasah Tsanawiyah Satu Atap (MTs-SA) tersebut langsung dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Marty M Natlegawa dan Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith serta Menteri Agama Suryadharma Ali yang diwakili Dirjen Pendidikan Islam Mohammad Ali di Kampung Iwul, Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, KabupatenTangerang, Banten.
MTs-SA merupakan madrasah setingkat sekolah menengah pertama yang dibangun disamping madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar. Hal ini akan membantu mempermudah transisi siswa dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama.
Menteri Agama Suryadharma Ali dalam sambutan yang dibaca Dirjen Pendis mengatakan, peresmian MTs-SA ini mempunyai arti yang penting, karena merupakan bukti konkrit semakin besarnya kontribusi Kementerian Agama terhadap usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Semoga, dengan makin besar dan luasnya kontribusi ini, program pemerintah untuk menuntaskan program wajib belajar 9 tahun akan segera terwujud," kata Menag.
Menag berharap agar MTs-SA ini sebagai lahan pesemaian benih-benih generasi berkapasitas unggul. Bukan saja memiliki kemampuan dalam pengusaan sains dan teknologi sebagaimana lembaga-lembaga-lembaga pendidikan umum lainnya, tetapi juga memiliki kapasitas moral dan spritiual yang dapat dibanggakan.
"Kapasitas moral dan spriritual anak didik harus menjadi perhatian serius dari arah pendidikan kita agar kelak dapat melahirkan generasi yang saleh, jujur, adil, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama dan lingkungan," paparnya.
Menurut Menag, berbagai fenomena sosial pada generasi muda kita akhir-akhir ini merupakan gambaran betapa kita perlu meningkatkan muatan moral dan pembentukan karakter dalam pendidikan kita. "Dari sinilah keberadaan Mts-SA dan pesantren pada khususnya serta pendidikan Islam pada umumnya menemukan hakikatnya untuk berperan lebih nyata."
Sementara itu Menteri Australia Stephen Smith mengatakan, sebagai teman dekat Indonesia, Australia mendukung pendidikan di Indonesia terutama dalam menuntaskan program wajib belajar 9 tahun. "Kami juga menawarkan murid Indonesia belajar di Australia melalui program bea siswa," kata Stephen.MTs Balaraja adalah sekolah ke-2000 yang dibangun Autralia, meliputi 1.500 SMP dan 500 MTs.
Dalam kesempatan itu Stephen sempat bertanya kepada salah satu siswa MTs Balaraja, apa cita-citanya nanti? "Jadi pemain bola," jawab Hendi. "Bagus, mudah-mudahan bisa tampil di Piala Dunia," ucap Stephen. Ia juga menyerahkan bantuan peralatan sekolah dan olahraga berupa bola kepada madrasah tersebut. (ks/msd).