Meranti (Inmas) - Akhlak dalam penggunaan mediasosial sangat lah penting di era modern ini, yang menjadikan setiap orang tanpa batas mudah terhubung satu sama lain.
Namun di sisi lain terkandung mudhorot di balik kemajuan tersebut. Islam sebagai agama akhir zaman selalu menuntun manusia pada kebaikan, pun dalam aktivitas media sosial.
Ada etika yang harus diperhatikan ketika bermedsos ria. Pasalnya, bermain media sosial ibarat menghunus sebuah pedang. Jika salah mengayunkannya, maka kita sendiri yang akan tertebas.
Oleh karena itu MTs Nurul Huda Berikan Pelatihan Kepada 21 orang Pengurus Osim MTs Nurul Huda tentang Aklah bermedia sosial, di Aula MTs Nurul Huda, Selasa ( 25/2/2020).
Dalam pelatihan ini Rudi Al-Amin.S.Pd.I selaku Nara Sumber Menyampaikan bahwa Sedikitnya ada 10 Akhlak yang mesti diperhatikan agar tak salah langkah dalam menjelajah akses internet.
1.Muraqabah
Akhlak pertama yakni merasa selalu diawasi oleh Allah. Apapun yang kita posting, termasuk niat dibalik postingan tersebut, sadarilah selalu bahwa semua itu diketahui oleh Sang Maha Tahu. Dengan selalu merasa diawasi Allah, maka pastilah kita takut melanggar batasan-batasan agama dalam memanfaatkan medsos.
2.Hisab
Ingatlah selalu bahwa ada hisab atau perhitungan atas setiap apa yang kita lakukan, meski seberat dzarrah. Setiap kalimat, foto, video yang kita unggah, akan dipertanyakan kelak di akhirat.
3.Istifadah
Yakni menggunakan sarana yang ada untuk diambil manfaatnya. Jika media sosial bermanfaat bagi kehidupan kita, maka tak ada salahnya untuk memanfaatkannya. Namun jika medsos justru membawa lebih banyak kerugian daripada manfaatnya, maka etika seorang muslim pastilah menghentikan aktivitas tersebut.
4.Bertanggung jawab
Menggunakan medsos berarti kita bertanggung jawab atas semua yang diposting ke publik, termasuk saat follow, share, Iike, retweet, repost, comment dan lain sebagainya. Seorang muslim beretika baik akan berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu atau menanggapi sesuatu.
5.Menjaga batasan pergaulan
Batasan ini terkhusus pada hubungan antara pria dan wanita. Meski tidak bertatapan langsung, medsos mampu membawa jerat-jerat penyakit hati di setiap interaksi lawan jenis. Maka batasilah interaksi dengan lawan jenis yang bukan mahram dan yang tak ada keperluan penting dengannya.
6.Memperhatikan pertemanan
Berteman di medsos mestilah mempertimbangkan kebaikan dengan timbangan ilmu syar’i. Jangan Bermudah-mudahan mengikuti status seseorang yang tak jelas kebaikannya.
7.Wasilah
Etika muslim berikutnya yakni menjadikan medsos sebagai penghantar atau sarana atau wasilah kepada kebaikan. Artinya, manfaatkanlah medsos untuk menebar kebaikan. Sebagai contoh, memposting ayat-ayat Al-Qur’an, hadits, kata mutiara para shahabat Rasulullah, permasalahan agama dan lain sebagainya.
8.Tidak lalai
Inilah yang sering luput jika sudah asyik bermain medsos. Kita mudah terlalaikan hingga waktu yang berhaga terbuang begitu saja.
9.Mengumpulkan kebaikan
Etika muslim dalam bermedia sosial dengan menjadikannya sebagai sarana pengumpul ilmu dan kebaikan.
10.Ikhlas
Selalu menjaga keikhlasan menjadi salah satu etika yang harus dilakukan muslimin saat bermedia sosial. Termasuk didalamnya agar tidak memposting sesuatu dengan maksud ria.
Pembina Osim MTs Nurul Huda.Hidayat.S.Pd berharap dengan melaksanakan pembinaan seperti ini insyaallah media sosial yang berbahaya dapat menjadi sebuah anugerah bagi Siswa MTs Nurul Huda, karena Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang bersifat untuk memudahkan kehidupan manusia. Namun kemajuan tersebut harus dibarengi dengan ilmu syar’i dan akhlakul karimah. Mari berakhlak sebagai muslim saat memanfaatkan media sosial.
Kepala MTs Nurul Huda NURKHAFIDAH,S.Ag sangat mendukung kegiatan seperti ini dan mengharapkan agar setelah selesai menerima pembinaan tersebut siswa dapat memahami dan mengaplikasikan akhlah bermedia sosial ini dalam kehidupan sehari-hari.
Dibarapkan juga siswa yang. Telah mengikuti pembinaan ini dapat menjadi leader dan agen of chage bagi siswa yang lainnya, terkait dengan akhlak pergaulan dan penggunaan media sosial yang positif sehingga siswa MTs Nurul Huda dapat terhindar dari hal-hal negatif dalam menggunkan media sosial.(Khafidah & Tim Inmas)