MTs dan Pesantren Harus Jadi Contoh Saat UN
Ringkasan:
Rengat, 5/3 (Humas)- Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Pesantren haruslah menjadi contoh yang baik saat menjalani Ujian Nasional (UN) yang akan berlangsung bulan Maret 2010 ini. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Indragiri Hulu melalui Kasi Pendidikan Keagamaan dan Pesantren Marjoni, S...
Rengat, 5/3 (Humas)- Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Pesantren haruslah menjadi contoh yang baik saat menjalani Ujian Nasional (UN) yang akan berlangsung bulan Maret 2010 ini. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Indragiri Hulu melalui Kasi Pendidikan Keagamaan dan Pesantren Marjoni, SAg MA, Rabu (3/3).
Banyak siswa yang belum percaya diri dalam menghadapi UN sehingga banyak yang mencontek bahkan menggunakan joki dalam ujian. Untuk itu guru kami tekankan agar jangan memberikan siswa toleransi menyontek saat pelaksanaan UN dan dibantu ujiannya. Siswa harus memahami bahwa menyontek itu adalah haram, tambahnya.
Dirinya sering menjumpai peristiwa tersebut seperti yang terjadi pada UN 2009. Bahkan ada siswa yang dijumpai memiliki soal jawaban yang sumbernya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Untuk tahun ini, khususnya untuk MTs dan Pesantren di Inhu agar jujur mengikuti UN. Jangan menggunakan jasa joki dan menyontek, karena sebagai siswa MTs dan pesantren harus bisa menjadi contoh. (RP/as).