0 menit baca 0 %

MTs Al Muttaqin Tingkatkan Kompetensi Guru melalui Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag). MTs Al Muttaqin Pekanbaru sukses menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam pada Jumat, 12 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang...

Pekanbaru (Kemenag). MTs Al Muttaqin Pekanbaru sukses menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam pada Jumat, 12 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter dan pemaknaan proses belajar siswa.

Workshop tersebut diikuti oleh 41 orang guru MTs Al Muttaqin Pekanbaru dan didampingi langsung oleh pengawas pembina madrasah, Dra. Hj. Sri Mawarti, M.A. Kehadiran pengawas pembina menjadi bentuk pendampingan dan penguatan implementasi kebijakan pembelajaran di satuan pendidikan madrasah.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Ariadi Iskandar, M.Pd., Fasilitator Nasional Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang juga menjabat sebagai Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Pekanbaru. Dalam pemaparannya, Ariadi menegaskan bahwa KBC bukan sekadar kurikulum, melainkan sebuah filosofi pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, kepedulian, dan rasa hormat sebagai fondasi utama dalam interaksi pembelajaran di kelas.

โ€œMelalui Kurikulum Berbasis Cinta, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, di mana peserta didik tidak hanya dituntut untuk menghafal materi, tetapi mampu menemukan relevansi antara pelajaran dengan kehidupan nyata mereka,โ€ ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam mendorong siswa untuk berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual, sehingga proses belajar menjadi lebih hidup dan berdampak pada perkembangan karakter peserta didik.

Melalui kegiatan ini, MTs Al Muttaqin Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang positif, humanis, dan penuh makna, dengan mengintegrasikan kecerdasan akademik dan pematangan karakter melalui pendekatan pendidikan berbasis hati.