Dumai (Inmas) – Tepat pada hari Sabtu tanggal 05 Maret 2016 yayasan pendidikan Al-Falah mengadakan milad ke 24 tahun. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai Drs.H.Sya’ari MP, Kakan Kemenag Kota Dumai Drs.H.Darawi,MA, Camat Dumai Kota dan Lurah se Kecamatan Dumai Kota.Acara tersebut belangsung di MTs Al-Falah Kota Dumai. Adapun berbagai acara yang dilakukan Yayasan Pendidikan Al-Falah yakni Khatam Al-Quran dan Lomba Pawai Ta’aruf antar MDA yang berada di Kecamatan Dumai Kota.
Ketua yayasan Al-Falah Dicky Alberto dalam sambutannya, Mts Al-falah berupaya menjadikan anak-anak didik selain membekali dengan ilmu pengetahuan juga dibekali dengan ilmu agama seperti sholat berjama’ah, sholat dhuha, pembinaan keagamaan, penyelenggaraan sholat jenazah dan bagi yang laki-laki dididik menjadi khatib sholat jum’at.
Dengan semakin menurunnya minat remaja-remaja untuk sholat berjama’ah ke masjid maka kami bekali dengan pengetahuan agama seperti sholat berjama’ah dan bagi santri yang mau tamat wajib hapal jus 30, “ungkap Dicky.
Selain agama, kami juga mewajibkan santri harus mampu bebicara aktif bahasa inggris, bukan santri saja namun ustadz dan ustadzah juga wajib menguasai dan berkomunikasi dengan bahasa inggris.
Kita berupaya untuk membuat masyarakat tau betapa pentingnya memikirkan dan memajukan pendidikan madrasah agar generasi bangsa kita tidak dirusak oleh pergaulan-pergaulan bebas dan narkoba, “tutup Dicky Alberto.
Kakan Kemenag Kota Dumai Drs.H.Darawi,MA dalam sambutannya, membangun pendidikan tidak ada toleransi, dalam konsep islam juga tidak ada toleransi. Pendidikan islam sangat penting untuk perkembangan generasi masa depan, zaman sekarang sudah maraknya pergaulan bebas, narkoba, dll. Maka dari itu jika kita membangun dunia pendidikan maka konsep pendidikan islam harus kita kedepankan.
Dalam membangun pendidikan agama harus mampu berkomunikasi dan berkoordinasi, “ungkap Darawi.
Saya menyambut dengan baik bahwa MTs Al-Falah disamping mendidik anak-anak cinta baca al-quran, tapi bisa berkomunikasi dengan bahasa internasional tanpa menyampingkan bahasa nasional.
Kiprah madrasah bukan hanya dinaungan kemenag tapi dalam rangka pembangunan integritas daerah ini agama harus dikedepankan. madrasah bukan milik kementerian agama, namun madrasah adalah milik umat islam “tambah H.Darawi.
Al-Falah adalah aset terbesar yang dimiliki oleh Dumai Kota maka dari itu, jaga Al-falah, kibarkan nama Al-Falah didalam masyarakat agar masyarakat tau bahwa Al-Falah bisa mendidik anak mereka bukan hanya dibidang ilmu pengetahuan tapi juga tentunya dibidang agama.
Saya menyambut baik dengan adanya Khatam Al-Quran ini, yang mana program ini sudah diterapkan kepada madrasah negeri dan swasta untuk wajib baca Al-Quran, maka dari itu saya mengharapkan kepada ketua yayasan beserta jajaran untuk tetap lanjutkan program ini.
Kita juga jangan terpaku pada program yang kita lahirkan sendiri, kita juga harus bermitra dengan sekolah umum, adopsi program dari sekolah umum untuk dimasukkan kedalam program madrasah. Sebaliknya sekolah umum juga harus adopsi program dari madrasah untuk dimasukkan kedalam program sekolah umum.
Terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan yang terus memperhatikan madrasah dan juga kepada Camat Dumai Kota dan Lurah se Kecamatan Dumai Kota yang telah mendukung program Mts Al-Falah.
Terimakasih kepada ketua yayasan beserta jajaran telah memperhatikan Al-Falah, mulai dari bangunan yang sudah bagus sampai program-program yang telah dilakukan.
Lakukan silaturrahim dalam membangun madrasah, kita tidak kenal dengan suku bangsa, kita hanya satu yakni warga Al-Falah.
Selamat kepada MTs Al-Falah yang berulangtahun ke 24 dan dari tahun memang sudah tua tapi membangun pendidikan islam tidak mengenal waktu “tutup Darawi.
Kepala Dinas Pendidikan Drs.H.Sya’ari,MP dalam sambutannya, penghargaan yang setinggi-tingginya atas apa yang sudah dilakukan Mts Al-Falah sampai pada milad ke 24 ini, semoga dapat meningkatkan mutu pada pendidikan Al-falah ini. Setiap tahun kita mengadakan milad, jangan diukur dari tuanya madrasah tapi prestasi yang sudah ditunjukkan oleh madrasah.
Mari kita evaluasi terhadap program yang sudah kita lakukan, innovasi yang sudah kita lakukan, apakah sudah menjadi apa yang kita harapkan dari tahun ketahun apa belum.
Saya berharap mari kita benahi madrasah, tingkatkan wawasan sehingga kedepan madrasah semakin baik dan bagus, “tutup Sya’ari. (hf)