0 menit baca 0 %

MTQ Nasional XXIV Resmi dibuka Oleh Presiden SBY

Ringkasan: Ambon (Humas)- Walau hujan tak henti, Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Nasional yang berlangsung di Ambon akhirnya resmi juga dibuka oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Peresmian tersebut ditandai dengan pemencetan serinai MTQ oleh Presiden didampingi Menteri Agama RI Suryadarma Ali...
Ambon (Humas)- Walau hujan tak henti, Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Nasional yang berlangsung di Ambon akhirnya resmi juga dibuka oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Peresmian tersebut ditandai dengan pemencetan serinai MTQ oleh Presiden didampingi Menteri Agama RI Suryadarma Ali dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu pada Jumat (8/6) sekitar pulkul 08.30 WIT di Arena Utama Lapangan Merdeka Jl Slamet Riyadi Ambon. Sebelum menyampaikan kata sambutannya Presiden SBY menceritakan sedikit tentang perjalanannya ke Ambon yang sedikit mengalami kendala akibat cuaca yang kurang bagus. Pesawat yang membawa Presiden beserta rombongan berangkat dari Jakarta sekitar pukul 08.00 WIB, namun setelah tiga jam perjalanan pesawat tidak dapat mendarat di Bandara Patimura Ambon akibatnya pesawat harus berbalik arah ke Massar selama 2 jam. “Setelah ada informasi tentang kondisi cuaca yang mulai membaik, barulah pesawat diberangkatkan kembali ke Ambon. Alhamdulillah pesawat bisa mendarat,” ujar Presiden. Pelaksanaan MTQ Nasional di Ambon, Presiden melihat adanya semangat toleransi antar umat beragama yang tinggi yang diperlihatkan oleh masyarakat Ambon. Dimana untuk menyukseskan perhelatan MTQ, penganut agama di Ambon bahu membahu dalam pelaksanaan. “Semoga hal tersebut terus belangsung baik dan semakin baik. Dan saya sangat mengapresiasi kerukunan umat beragama di Ambon yang bahu membahu menyukseskan momentum sakral ini, sehingga tak salah jika Indonesia jadi pelabuhan peradaban oleh Dunia,” ungkapnya bangga. Presiden juga mengatakan, Al- Qur’an diturunkan sebagai tuntunan bagi manusia yang tidak hanya berisi tentang prinsip beriman, tapi juga sebagai sumber ilmu pengetahuan dan mengandung pesan moral yang luhur dan agung. “Untuk itu kepada umat muslim saya meminta untuk terius meningkatkan pemahaman, memahami arti dan makna ayat- ayat suci al- qur’an yang benar. Terhadap guru- guru juga hendaknya memberikan pengajaran yang baik dan benar sehingga dapat melahirkan tatanan kehidupan yang lebih beradap dan jauh dari bentuk anarkis,” harapnya. Sementara itu Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan MTQ diikuti ribuan peserta dari 33 provinsi. Masing- masing provinsi mengirim 50-140 orang peserta, serta didukung oleh dewan juri dan panitera yang melibatkan berbagai komunitas dan agama di Ambon. “Ini menandakan kerinduan akan harmonisasi antar ummat beragama yang sudah lama ditunggu-tunggu, dan sebagai simbol perekat yang menyatukan pihak-pihak yang berbeda di negeri raja-raja ini. Meski acara dibawah penjagaan ketat personil TNI/Polri, nampak antusias warga Ambon tidak surut, ini nampak dari masyarakat yang berduyun-duyun datang untuk mencoba menyaksikan pagelaran acara di sekitar arena MTQ, namun mendapat penghadangan dari petugas, dan dipersilahkan hanya menonton pada layar lebar yang disediakan panitia,” katanya. Untuk pelaksanaan defile, kali ini berlangsung berbeda dari tahun- tahun sebelumnya. Peserta dari 33 propinsi atau Khafilah MTQ melakukan defile dengan tidak berjalan kaki di depan podium presiden, tetapi cukup ditempat masing- masing karena faktor cuaca. (mus)