Riau (Inmas)-
Meski Event Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 37 Provinsi Riau Tahun 2018
resmi ditutup, namun tujuan dari perlaksanaan event tahunan tersebut harus
tetap berjalan, yaitu mensyiarkan ajaran Islam yang bersumber dari Alqur’anul Karim.
Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi saat menyampaikan kata sambutan sekaligus menutup secara resmi MTQ ke 37 Provinsi Riau Tahun 2018 di Astaka Utama Masjid Raya An Nur Pekanbaru, Selasa (18/12/2018) malam yang dihadiri oleh dewan hakim, seluruh peserta, dan undangan.
‘”Setelah
melakukan perlombaan sejak tanggal 13 Desember yang lalu, maka pada malam hari
ini berakhir musabaqah tahun 2018. Dengan mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil
Alamin MTQ ke 37 Provinsi Riau Tahun 2018 saya nyatakan ditutup secara resmi,” ungkap
Ahmad Hijazi.
Atas nama
pemerintah provinsi Riau mengucapkan selamat dan tahniah kepada para pemenang,
dan berharap para peserta dapat meningkatkan lagi prestasinya di masa-masa yang
akan datang. Terhadap peserta yang belum berhasil diharapkan untuk lebih giat
lagi berlatih, supaya suatu saat nanti dapat berprestasi seperti yang sudah
ditorehkan peserta yang lain.
Disamping itu,
Ahmad Hijazi menyampaikan salah satu tujuan pelaksanaan MTQ adalah untuk
mensyiarkan ajaran Islam yang bersumber dari Alquranul Karim. "Untuk
itulah kita selalu memberikan perhatian dan sumbangan yang besar terhadap
pelaksanan musabaqah yang berkesinambungan sampai sekarang, termasuk di bumi
Melayu Provinsi Riau tempat bersebati atau menyatunya Islam ke dalam semua
sendi kehidupan masyarakat, sehingga timbul ungkapan Melayu sama dengan Islam
dan Islam sama dengan Melayu," ungkapnya.
Selain itu,
tambah Ahmad Hijazi, pemerintah dengan dukungan pihak-pihak terkait terus
berusaha meningkatan kualitas penyelenggaraan MTQ, sehingga pelaksanaannya dari
tahun ke tahun semakin baik, termasuk yang dilaksanakan di Provinsi Riau.
"Itu dapat
dilihat dari pembentukan panitia seleksi hakim MTQ Riau tahun ini. Disamping
itu juga dilaksanakan pembekalan dan pembinaan kepada dewan hakim MTQ, yang
diharapkan hasil MTQ bisa berkualitas," paparnya.
Tak lupa,
Sekda juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada panitia yang telah bertungkus-lumus bekerja demi
suksesnya acara MTQ ini. “Kemudian kepada para penyumbang atau donatur dari
berbagai perusahaan, serta semua pihak yang telah berpartisipasi terselenggaranya
MTQ Riau tahun ini,” pungkasnya.
Ketua Panitia
Penyelenggara MTQ ke 37 Riau, Ahmad Syah Harrofie menyampaikan dari 609 kafilah
yang menjadi peserta dalam ajang MTQ ini, diketahui ada tiga peserta yang gugur
sebelum perlombaan dimulai.
“Tiga peserta
tersebut gugur karena tidak hadir saat verifikasi faktual yang dilakukan satu
hari jelang acara pembukaan. Namun setelah dilakukan penilaian secara adil,
sebut dia, maka dewan hakim menetapkan sebanyak 332 qari-qoriah, hafiz-hafizah,
mufasir-mufasirah sebagai pemenang dalam MTQ Riau tahun ini. Mulai dari terbaik
satu, dua dan tiga serta pemenang harapan,” ungkapnya.
Ahmad Syah
mengatakan, peserta yang menjadi pemenang lomba MTQ tersebut nantinya akan
dilakukan pembinaan oleh LPTQ Provinsi Riau. Karena mereka akan diutus ke MTQ nasional di
Kalimantan Barat tahun depan.
Selain itu, Ahmad
Syah juga mengapresiasi para peserta lomba MTQ yang tetap bertahan di Pekanbaru
mulai acara pembukaan hingga penutupan. Selama lebih kurang satu pekan lamanya
mereka harus meninggalkan keluarganya di kampung halamannya masing-masing untuk
unjuk kebolehan dalam seni membaca Alquran tahun ini.
“Saya dapat
laporan bahwa seluruh peserta, mulai dari yang muda sampai yang tua dapat
menahan diri dan menahan rindu dengan keluarganya di daerahnya masing-masing
dan tidak ada yang pulang sampai acara penutupan,” ungkapnya terharu.
Keputusan
Dewan Hakim MTQ ke 37 Tahin 2018 tersebut dibacakan oleh Sekretaris Dewan Hakim
HM Saman S Sos M SI berdasarkan SK Dewan Hakim Nomor: 05/MTQ/ XXXVIII/12/2018 tentang juara umum MTQ
Provinsi Riau ke 37 Tahun 2018.
Adapun 10 besar MTQ Riau ke 37 Tahun 2018 tersebut yaitu Kota Pekanbaru dengan
perolehan nilai sebanyak 82 poin. Posisi kedua, diraih oleh Kabupaten Rokan Hilir
(Rohil) dengan perolehan nilai sebanhak 63 poin, Siak 54 poin, Bengkalis 47
poin, Kampar 41 poin, Pelalawan 33 poin, Meranti 31 poin, Rokan Hulu 24 poin,
Indragiri Hilir 16 poin dan Dumai 14 poin. Sedangkan, untuk Kabupaten Indragiri
Hulu (Inhu) dan Kuantan Singingi (Kuansing) tidak dibacakan jumlah poinnya oleh
dewan hakim.
Sementara
untuk pemenang Pawai dan pameran yang dibacakan oleh ketua tim penilai R.
Yoserizal Zen, untuk pawai Ta'aruf terbaik I diraih oleh Rokan Hilir, disusul
oleh Siak dan Kuansing. Pameran Stand Bazar di Raih oleh Kabupaten Siak, Kampar
dan Indragiri Hilir. (mus/ana/faj/anto)