Rokan Hilir(inmas) – Di hari terakhir pelaksanaan UNBK/UNKP MTs Kamis (26/4/2018), Kakan Kemenag Rokan Hilir H. Agustiar mengunjungi MTs Hubbul Wathan, Bagan Punak, Bagansiapiapi.
MTs ini tidak jauh dari Kantor Kemenag Rohil, hanya lima menit sampai. Pukul 10.50 WIB sampai di MTs tujuan, disambut hangat Kepala MTs Drs Khoiruddin, panitia UN dan majelis guru.
Didampingi Inmas Kemenag Riau admin Rokan Hilir, Kunjungan Kakan Kemenag Rohil H. Agustiar sekaligus monitoring UNKP saat berada di ruang panitia menanyan dan memeriksa kelengkapan dokumen Ujia Nasional dilanjutkan dengan obrolan ringan seputar pelaksanaan Ujia Nasional baik berbasis komputer (UNBK) maupun berbasis kertas dan pensil (UNKP).
Diperoleh data, peserta UNKP MTs Hubbul Watha seluruhnya yang tercatan dalam Daftar Nominasi Tetap (DNT) 83 orang, laki-laki 54 orang dan perempuab 29 orang. “Alhamdulillah seluruh peserta mengikuti UNKP,” ungkap Khoiruddin.
Saat ditanyakan kendalla apa saja yang terkadi dalam pelaksanaan ujian. Khoiruddin mengatakan, alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti, semuanya berjalan sesuai rencana dan aturan. “saya berharap anak-anak kami lulus seratus persen dengan nilai yang memuaskan,” pintanya.
Monitoring Kakan Kemenag lanjut ke MTs Datuk Batu Hampar. MTs yang dikepalai Edi Subroto ini berada persis dibelakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Pratomo Kab. Rokan Hilir sengan jumlah peserta 40 orang, laki laki 24 dan 16 perempuan.
Pada saat tiba di lokasi hanya disambut panitia Ramlan, S.Pd dan majelis guru, karena saat itu Kepala madrasah sedang melaksanakan monitoring selaku Ketua KKM di MTs-MTs Kec. Panipahan.
Usai pemeriksaan dokumen lalu menuju ruang ujian, semua lengkap, ujian berjalan tertib dan lancar. Pada saat itu Kakan Kemenag Rohil menceritakan temuan saat monitoring di MTs As-Syakirin. MTs ini menjallankan UNBK dengan memggunakan hampir 70 unit laptop dengan pelaksanaan 3 sesi, peserta 183 orang.
Diceritakan oleh Kepala MTs Mufti Mendopa, sehari sebelum ujian Wifi tersambar petir, dengan sigap Kepala dan panitia mengantisipasi menggunakan modem, karena memang yayasan As-Syakirin punya SMK juga, jadi pasti mwmpunyai tenaga ahli dibidang komputer. Hari pertama 70 laptop menggunakan modem dan dihari kedua sudah normal kembali menggunakan wifi setelah dilakukan perbaikan. “alhamdulillah lancar sampai hari keempat ini. (Nsh)