0 menit baca 0 %

Monitoring PNBP dan Pembinaan Pegawai, Tim Kemenag Kuansing Turun ke KUA Kuantan Hilir

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi Drs. H. Jisman, MA melakukan monitoring PNBP sekaligus pembinaan pegawai KUA dan penyuluh di KUA kecamatan Kuantan Hilir pada hari Selasa (02/10/2018). Turut serta pula pada kegiatan tersebut Kepala Seksi Bimas Islam H.

Kuansing (Inmas), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi Drs. H. Jisman, MA melakukan monitoring PNBP sekaligus pembinaan pegawai KUA dan penyuluh di KUA kecamatan Kuantan Hilir pada hari Selasa (02/10/2018). Turut serta pula pada kegiatan tersebut Kepala Seksi Bimas Islam H. Bakhtiar, S.Ag,MH., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Drs. Alfiani, dan beberapa orang staf.

Kehadiran Kakankemenag beserta rombongan disambut baik oleh Kepala KUA Kuantan Hilir Kamislian, S.Ag dan seluruh staf KUA dan penyuluh. Staf KUA dan penyuluh yang hadir pada saat itu adalah gabungan dari dua KUA, yaitu KUA Kuantan Hilir dan KUA Kuantan Hilir Seberang. Kamislian menjabat sebagai Plt ketika itu disebabkan, belum ada pengganti untuk Kepala KUA Kuantan Hilir Seberang yang telah meninggal dunia beberapa waktu yang lalu.

Pasa sesi arahan dan pembinaan pegawai, seluruh staf dan penyuluh dikumpulkan di ruangan balai nikah KUA Kuantan Hilir. Selanjutnya Kasi Bimas membuka acara, dengan memberikan beberapa arahan dan pertanyaan kepada penyuluh, tentang program yang mereka jalankan di wilayah tugas masing-masing. Setiap penyuluh yang ditanya menjelaskan tentang apa saja capaian kinerja yag telah mereka lakukan sampai pada hari itu, dan menyebutkan apa saja kendala yang dihadapi selama menjalankan tugas.

Pada sesi arahan dan pembinaan, Kakankemenag mengucapkan terima kasih kepada KUA yang telah menyediakan tempat dan waktu. Beliau juga menjelaskan tentang moto bersih melayani. "Kita ambil contoh penyuluh, jika penyuluh sudah menjalankan tugasnya memberikan penyuluhan 2 kali dalam seminggu, maka hal ini sudah termasuk kepada bersih melayani. Istilah lain untuk bersih melayani adalah, melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan. Luruskan niat dalam bekerja, insyaAllah yang lainnya akan dimudahkan Allah," jelasnya.

Kakankemenag juga menjelaskan, bahwa pekerjaan sebagai penyuluh adalah pekerjaan yang mulia. "Sebagai contoh adalah program memberantas buta aksara Al-Qur'an, semakin banyak yang orang berhasil dalam membaca Al-Qur'an dengan baik, maka selama orang itu membaca Al-Qur'an maka pahalanya akan terus mengalir kepada orang yang telah mengajarkan. Orang yang bisa menelamatkan orang dari kegelapan, berarti ia telah menjalankan warisatul anbiya. Bekerjalah sesuai tupoksi kita masing-masing, mudah-mudahan keberkahan akan selalu menyertai kita," jelasnya panjang lebar. (N/R)