0 menit baca 0 %

Momen Hari Raya Waisak Kemenag Bengkalis Mengajak Kita Semua Untuk Saling Menghormati

Ringkasan: Bengkalis (Inmas)-Hari Rabu 7 Mei ini tepat peringatan Hari Raya Waisak 2020 atau 2564 BE (Buddhist Era). Berbagai peringatan keagamaan menjadi sangat berbeda di tahun ini, termasuk Hari Waisak mengingat umat Buddha memperingati momen penting Trisuci Waisak di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Bengkalis (Inmas)-Hari Rabu 7 Mei ini tepat peringatan Hari Raya Waisak 2020 atau 2564 BE (Buddhist Era). Berbagai peringatan keagamaan menjadi sangat berbeda di tahun ini, termasuk Hari Waisak mengingat umat Buddha memperingati momen penting Trisuci Waisak di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Biasanya, umat Buddha akan pergi ke kuil lokal mereka dan beberapa bahkan mungkin tinggal di sana sepanjang hari dan pada saat malam bulan purnama.

 

Mereka juga banyak yang melakukan perbuatan baik, mengambil bagian dalam melantunkan dan meditasi, merenungkan ajaran Buddha, membawa persembahan ke kuil hingga berbagi makanan ke orang-orang.

 

Sebuah keluarga Buddhis biasanya juga akan mendekorasi rumah mereka dengan lentera. Mereka juga akan mengambil bagian dalam prosesi dan mengenakan pakaian putih. Momen saling bertukar kartu ucapan juga biasa dilakukan dengan teman dan keluarga pada hari Waisak. Selain perayaan tersebut, umat Buddha juga biasa melakukan upacara Bathing the Buddha pada hari Waisak.

 

Menurut literatur, Waisak atau Waisaka merupakan hari suci agama Buddha, biasa dikenal juga dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Vesak di Malaysia, dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka. Hari raya ini untuk memperingati kelahiran Pangeran Siddhartha, penerangan sempurna menjadi Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama.

 

Jika tahun-tahun sebelumnya umat Buddha Indonesia memenuhi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah pada perayaan Waisak, tahun ini semuanya beribadah dari rumah, sebagaimana arahan dari Kementerian Agama.

Begitupun semua umat muslim di indonesia juga merasakan hal yang sama di tengah pandemi corona  sebagaimana arahan dari Kementerian Agama melalui SE nomor 6 tahun 2020 yang mengatur bahwa ibadah ramadhan  cukup di laksanakan di rumah saja tidak jauh beda dengan apa yang di rasakan oleh umat Buddha.

Oleh karna itu atas nama bangsa Indonesia seperti yang di sebutkan dalam  bhinneka tunggal ika “berbeda-beda tetapi tetap satu”  Kementrian Agama Kabupaten  Bengkalis mengajak kita semua untuk saling menghormati  perayaan hari waisak pada umat budha di Indonesia.(ek)