Riau (Inmas) - Dua hari setelah pelaksanaan Dialog Lintas Agama di tingkat kecamatan, Kasubbag Hukum dan KUB pada Bagian Tata Usaha Kanwil kemenag Provinsi Riau kembali melanjutkan kegiatan Dialog Lintas Agama dengan Berbagai Kalangan Masyarakat dan Profesi di Tingkat Kabupaten yaitu pada hari Jumat tanggal 11 Oktober 2019. Kegiatan ini bertempat di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kampar.
Kegiatan yang mengambil tema Tingkatkan Partisipasi Seluruh Lapisan Masyarakat
Dalam Menjaga dan Memelihara Kerukunan Umat Beragama ini juga mendapatkan animo
sangat baik oleh Masyarakat setempat. Hal ini bisa dilihat dari terisinya semua
kursi yang telah disediakan panitia, bahkan ada beberapa orang yang masih
berdiri karena tidak mendapatkan tempat, namun hal ini tidak menyurutkan hasrat
mereka untuk mengikuti kegiatan ini.
Acara Dialog Lintas Agama
Tingkat
Kabupaten ini diikuti oleh 50 orang peserta yang
terdiri dariT okoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda/Pemudi,
Tokoh Wanita, Tokoh Agama baik itu agama Islam, Kristen maupun Katolik. Perwakilan
dari Agama Buddha, Hindu dan Khonghucu tidak ada, karena disamping jumlah
pemeluk agamanya yang sangat sedikit di Kabupaten Kampar, kalau adapun, tempat
tinggal mereka jauh dari kota dan tidak terdeteksi oleh panitia.
Yang menjadi Pembicara dalam kegiatanini adalah SekdaKab. Kampar Drs. H. Yusri, M.Si, Kasubbag Hukum dan KUB
Kanwil Kemenag Prov. Riau Dr. H. ANASRI,S.Ag.,
M.Pd serta Analis Bina Kehidupan Beragama Hikmawati, S.Ag.,MA.
Kegiatan ini dibuka dan diresmikan oleh Sekda Kabupaten
Kampar H. Yusri. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa Kabupaten Kampar
Sejak Dulu terdiri dari beragam Suku Budaya, agama, Ras, tidak pernah terjadi
Konflik Agama selama Kabupaten Kampar lahir.
Dalam sambutannya SekdaKab Kampar tersebut mengungkapkan
FKUB dilahirkan sebagai Perekat diantara umat yang beragama, sesuai Surat
Keputusan Menteri Bersama, dengan demikian Forum ini diakui keberadaannya
sebagai pemersatu umat beragama. FKUB memiliki tanggung jawab sebagai
penyelesaian masalah umat, forum ini bekerja pada Yusri juga berpesan agar
semua elemen masyarakat untuk menjaga toleransi antar umat beragama, Kerukunan
beragama sangat penting untuk menjaga keadaan nya dan damai di Kabupaten
Kampar.
Yusri juga menekankan kerukunan antar umat beragama terjaga,
Pemerintah Kabupaten Kampar dapat bekerja untuk membangun diseluruh lini
pembangunan yang ada di kabupaten Kampar.Sekdakab Kampar juga berpesan kepada
FKUB untuk senantiasa berinovasi dalam membuat program bertujuan untuk menjaga
kerukunan antar umat beragama.
Usai dibuka secara resmi oleh Sekdakab Kampar acara dilanjutkan dengan Dialog Lintas Agama Dengan Berbagai Kalangan Masyarakat Dan Profesi Di Kabupaten Kampar. Kegiatan Dialog dengan menghadirkan Pembicara dari Kanwil Kemenag Provnsi Riau yaitu Kasubbag Hukum dan KUB Dr. H. Anasri, S.Ag, M.Pd, beliau menjelaskan bahwa Kementerian Agama terus memprioritaskan program-program terkait pengarusutamaan moderasi beragama. bahwa program-program terkait moderasi beragama adalah upaya agar sikap beragama seluruh warga negara di tanah air tetap berada pada jalur yang tidak berlebihan.
Dalam paparan selanjutnya Anasri,
menyampaikan bahwa ada tiga tingkatan dalam memahami agama diibaratkan
pada tiga ruas jari; ruas yang rendah bermakna tingkat pemahaman mendasar
tentang agama sehingga kecendrungan orang ini fanatik dalam agama yang dia
pahami, sehingga mudah menyalahkan pemahaman orang yang tidak sama pemahaman
dengan dia; ruas yang kedua; tingkat pemahaman keagamaannya sudah meningkat
dengan membaca berbagai buku tentang keagamaan, sehingga sampai ke ruas
tertinggi dimana tingkat pemahaman keagamaannya sudah meningkat ke tingkat yang
lebih arif dan bijak sehingga lebih toleran terhadap pemahaman yang berbeda dan
berseberanngan dengannya. Ruas yang ketiga inilah yang perlu dimiliki oleh
masing-masin pemeluk agama, agama apapun itu, baik Islam, Kristen, Katolik,
Buddha, Hindu ataupun Khonghuchu.
Setelah menanggapi beberapa
pertanyaan dari peserta, dapat disimpulkan bahwa warga Kabupaten Kampar sangat
mendukung dan mengapresiasi Kerukunan, keharmonisan, dan keselarasan dalam
keragaman. Dan mereka mengharapkan perlu mengadakan kunjungan ke Daerah lain
dalam mempelajari dan merawat kerukunan.Dan Sekdakab. Kampar pun ikut sangat
mendukung kegiatan ini.(Ans/vera)