0 menit baca 0 %

Moderasi Beragama dalam Menjaga Kebersamaan Umat

Ringkasan: Riau (Inmas)- Ada tiga istilah yang sinonim, akan tetapi memiliki makna dan pemahaman yang berbeda, yaitu : Modernisasi, Westernisasi dan Sekularisasi.Ketua MUI Kota Pekanbaru, Prof. Dr. Ilyas Husti, MA mengatkan, modernisasi merupakan  suatu proses transformasi dari suatu perubahan (adat-istiadat,...

Riau (Inmas)- Ada tiga istilah yang sinonim, akan tetapi memiliki makna dan pemahaman yang berbeda, yaitu : Modernisasi, Westernisasi dan Sekularisasi.

Ketua MUI Kota Pekanbaru, Prof. Dr. Ilyas Husti, MA mengatkan, modernisasi merupakan  suatu proses transformasi dari suatu perubahan (adat-istiadat, kebiasaan dan lain-lain) kearah yang lebih baik dan maju dalam upaya meningkatkan kehidupan yang lebih maju berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Modernisasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara umum dan untuk mengubah pola pikir seseorang menjadi lebih baik dalam berbagai bidang kehidupan sehingga dapat beradaptasi dengan kehidupan yang dinamis.

“Modernisasi beragama adalah perubahan dalam masyarakat tentang tatanan keagamaan , namun sebatas urusan duniawi, seperti tentang bagaimana hidup bertetangga , tetapi urusan tata cara ibadah tdk dapat di modernisasi, karena sudah ada ketetapan dalam sumber segala sumber hukum agama,” jelasnya.

Selain itu, modernisasi beragama memerlukan adanya regulasisasi penafsiran terhadap teks agama. Peran agama seharusnya bukan memberikan perlawanan radikal, melainkan memberikan penafsiran yang sesuai dengan zaman yang saat ini kita hadapi, reaktualisasi nilai-nilai agama yang humanis. Sehingga agama tidak lagi mencerminkan keotonomiannya melainkan memberikan keleluasaan untuk mengembangkan diri sesuai nilai agama dan budaya dimana agama masyarakat itu berada. Kebersamaan Umat adalah suatu bentuk solidaritas dalam konsep “kebukit sama mendaki, kelurah sama menurun, tertelentang sama minum air, tertelungkup sama makan tanah”. Kebersamaan umat dalam pandangan Islam memiliki 3 (tiga) kategori, yaitu : Kebersamaan dalam  bentuk keyakinan (Ukhuwah Islamiyah), Kebersamaan dalam bentuk kebangsaan (Ukhuwah Wathaniyah) dan Kebersamaan dalam bentuk kemanusiaan (Ukhuwah Insaniyah).

“Kebersamaan umat akan terwujud jika nilai-nilai keyakinan, kebangsaan dan kemanusiaan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari baik secara individu maupun bermasyarakat,” ungkapnya.

Kebersamaan umat di Indonesia merupakan komitment dari seluruh masyarakat Indonesia dari sabang sampai meroke. Nilai kebersamaan ini diikat oleh empat komponen utama, yaitu : NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan UUD 1945.

Keempat komponen utama ini dapat terlaksana dengan baik jika masyarakat indonesia terutama umat islam sebagai populasi terbanyak menerapkan konsep dan nilai-nilai Ummatan Wasathan. (mus/ana/anto)