0 menit baca 0 %

Missing Link Koper JCH Riau Diprediksi dari Bandara ke Maktab

Ringkasan: Madinah (Humas)- Hingga hari ke empat penyelusuran keberadaan 19 koper Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 12 Embarkasi Batam (BTH) asal Provinsi Riau belum juga berhasil diidentifikasi. Pihak penerbangan Saudi Arabian Airlines (SAA) dan petugas bandara Madina (wukala) melaporkan, saat pengecekan semuany...
Madinah (Humas)- Hingga hari ke empat penyelusuran keberadaan 19 koper Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 12 Embarkasi Batam (BTH) asal Provinsi Riau belum juga berhasil diidentifikasi. Pihak penerbangan Saudi Arabian Airlines (SAA) dan petugas bandara Madina (wukala) melaporkan, saat pengecekan semuanya clear atau jumlah jamaah dengan jumlah jamaah sama. Sehingga kemungkinan missing link koper JCH asal Rokan Hulu (Rohul) dan Kuansing tersebut dari Bandara ke bus atau dari bus ke Maktab. Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, H Erizal Abdullah, Kamis (28/10) saat ditemui di Asrama Haji Batam Center mengatakan, pada 25 Oktober 2010 ketua kloter 12 BTH, Darwison menghubungi PPHI Embarkasi Batam menanyatakan tentang keberadaan 19 koper milik JCH kloter 12 yang belum sampai kepemondokan atau Makhtab Mahbas Jim. "Kita dari pihak PPHI Batam langsung melakukan pengecekan ke petugas Potter Arab Saudi yang ada di Batam, namun sama sekali tidak ada koper yang tertinggal. Lalu kita juga menghubungi petugas SAA di Madina dan Wukala ia juga mengatakan hal yang sama, bahwa barang JCH kloter 12 sudah clear dimana jumlah koper yang diterima sama dengan jumlah jamaah. Jadi kemungkinan missing link terjadi saat barang turun dari bandara ke bus dan ke maktab," terang Erizal. Erizal mengatakan, kemungkinan tersebut sangat bisa terjadi, sebab saat koper jamaah turun dari pesawat ke bus menuju makhtab tempat jamaah di pondokkan, sulit untuk dimonitor. Kondisi tersebut yang juga memicu seringnya terjadi kehilangan koper oleh jamaah, seperti tahun lalu yang dialami oleh JCH Surabaya. "Kedepan, ini harus jadi bahan evaluasi, sehingga kasus kehilangan koper JCH tidak lagi terulang. Ini tidak saja merugikan jamaah tapi merepotkan jamaah dengan menambah cost untuk membeli pakaian baru dan kebutuhan lainnya," sesalnya. Terhadap kasus ini, kata Erizal, pihak PPIH tidak akan diam saja, tetapi akan terus menindaklanjuti hingga ada kejelasan kemana koper-koper jamaah tersebut pergi. "Pihak kita melalui petugas haji yang ada disana sudah melapor ke daerah kerja (Daker) Madinah, namun sampai saat ini belum ada hasilnya," ucapnya. Sementara itu, berdasarkan laporan dari ketua TPIHI Kloter 12, H Dahlan melalui via selulernya, Kamis (28/10) hingga saat ini koper jamaah tersebut belum juga ditemukan. Dimana, JCH yang kehilangan koper 2 orang dari Rohul dan 17 orang dari Kuansing. (msd) JCH Kloter 12 yang kehilangan Koper: 1. Yusnimar Binti Bujang Selamat 2. Ami Nurohman Binti S Aliyudi 3. Deddy Suryanti Binti Soekarno 4. Umar Saleh Bin Yaridun 5. Maulana Lubis Bin Madirin 6. Zaharah Binti Abdul Manan 7. Ratna Binti Ukaz 8. Khairuddin Bin Syarif 9. Siti Fatimah Binti Guli H 10. Asni Wilis Binti Muhammad Yasri 11. Siti Rahma Binti M Aras 12. Saropah Binti Djumar 13. Dahlan Bin Jamil Saidi 14. Saida Binti Ancah 15. Djalinus Bin H Muhammad Samin 16. Sumarni Binti Jauhari 17. Jamaluddin Bin Made. H 18. Masliana Binti Sangkot 19. Soimin Bin Manikun