Meranti
(Inmas) - Madrasah dan masjid merupakan dua tempat yang tidak bisa
dipisahkan. Keduanya harus saling melengkapi dan harus selalu diurus
dengan baik dan benar. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Miskam, MA saat
memberikan sambutan pada acara pelepasan siswa kelas IX Madrasah
Tsanawiyah (MTs) Raudhatul Tholibin Bina Sempian pada Sabtu
(13/05/2017).
Miskam juga
mengibaratkan madrasah sebagai sawah dan masjid adalah lumbung padinya.
Keduanya mempunyai hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan,
eksistensi madrasah dan masjid dalam sejarah perkembangan pendidikan
Islam sejak zaman dinasti Umayyah dahulu merupakan salah satu lembaga
pendidikan Islam yang terus bertahan dan mempunyai kontribusi bagi
perkembangan dan kemajuan pendidikan Islam diawal abad pertengahan
sampai saat ini.
Madrasah
menurut Miskam merupakan lembaga pendidikan Islam yang hidup dan
berasal dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat. Oleh
karena itu, kontribusi masyarakat merupakan hal yang harus terus
diberikan. Terkait pendidikan gratis, Miskam mengatakan bahwa sebenarnya
tidak ada pendidikan yang gratis karena semua ada sumbangsihnya.
Pendidikan yang bermutu itu menurut Miskam adalah mahal.
Miskam
juga menyampaikan bahwa tanggung jawab sebenarnya pendidikan anak
adalah orang tua, madrasah hanyalah membantu proses pembinaan dan
pengembangan anak. Miskam juga menyampaikan terimakasih kepada para
orang tua yang selama ini telah memberikan kepercayaan kepada madrasah
untuk membantu mendidik anak-anaknya.
Diakhir
penjelasannya, Miskam berharap kepada para orang tua atau wali siswa
untuk tidak ragu untuk memasukkan anaknya ke Madrasah Aliyah (MA) yang
ada. Dengan memasukkan anaknya ke Madrasah Aliyah (MA) maka
keberlanjutan ilmu akan terus bisa dipertahankan dengan baik.
Diakhir
penjelasannya, Miskam memberikan 3 (tiga) kiat dan pesan kepada para
siswa untuk bisa hidup sukses yaitu berusaha, bersungguh sungguh dan
bekerja keras. (Zieah).