0 menit baca 0 %

MINARSIH, BAHAYA GAME ONLINE BAGI ANAK

Ringkasan: Indragiri Hulu,(Inmas). Sehubungan dengan pelaksanaan muhadharah MTs & MA Al-Islam yang terletak di desa Petala Bumi Seberida, Minarsih, S.Pd.I selaku Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Seberida menyampaikan penyuluhan terkait dengan bahaya game online bagi anak.Era digital seperti sekarang ini...

Indragiri Hulu,(Inmas). Sehubungan dengan pelaksanaan muhadharah MTs & MA Al-Islam yang terletak di desa Petala Bumi Seberida, Minarsih, S.Pd.I selaku Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Seberida menyampaikan penyuluhan terkait dengan bahaya game online bagi anak.
Era digital seperti sekarang ini di mana perkembangan zaman semakin canggih, game online sudah menjadi bagian dari gaya hidup, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan jika anak yang pandai bermain game memiliki tingkat kreatifitas otak yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang lainnya.
Tapi game online juga memiliki efek kecanduan yang akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik, psikologis dan gangguan otak anak.
Beberapa dampak negatif dari kecanduan game online pada anak-anak, seperti penurunan konsentrasi belajar, memicu autism, menggangggu fungsi daya ingat, atrofi atau penyusutan otak, kelainan neurotransmitter dopamine, kelaianan respon otak, memicu halusinasi, gangguan sirkulasi darah yang mengakibatkan pusing kepala, migrain atau vertigo.
Selanjutnya, dapat mengakibatkan gangguan psikologis, seperti kelainan perilaku atau perubahan sikap diri, mudah cemas, dan frustasi, sering berbohong dan pintar memanipulasi keadaaan, kesulitan dalam bersosialisasi, tidak mampu menjalankan kewajibannya dengan baik seperti sekolah sering bolos, kesulittan menilai realitas atau berpikir sehat.
Masih ada lagi efek buruk yang diakibatkan dari kecanduan game online, yaitu mata merah dan berair, bisa terpapar radiasi, dan pada akhirnya merusak mata.
Kemudian, efek penggunaan headset dengan volume yang keras akan membuat telinga berdengung dan pendengaran terganggu.
Selanjutnya apabila telah kecanduan game online, makan menjadi tdak teratur atau kadang kala lupa makan, berakibat gangguan pencernaan seperti sakit maag, gastroentritis, tukak lambung, GERD, luka pada usus, hingga wasir/ambeien.
Mengingat begitu banyaknya kerugian yang diakibatkan oleh kecanduan game online sebagaimana tersebut di atas, kepada seluruh peserta didik agar bijak menggunakan waktunya ke hal-hal yang positif agar mampu meraih masa depan yang di              cita-sitakan,  demikian Minarsih menutup penyuluhannya pada Jumat 01 Oktober 2019.(tulang).