Rokan Hilir (inmas)- Untuk merespon perubahan paradigma pembelajaran dalam Kurikulum 2013 (K 13), Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rokan Hilir menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Analisis Penilaian K13, Jumat (23/8/2019) di Aula MIN 1 Rohil.
Workshop yang diikuti oleh guru guru di dilingkungan KKM 1 MIN 1 Rohil tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Rokan Hilir, H. Agustiar. Sedangkan yang menjadi Narasumber adalah Pengawas Madrasah, Umi Kalsum.
Dalam sambutannya, pria yang sering dipanggil Pak Agus tersebut menekankan agar tidak boleh main main dalam pelaksanaan pembelajaran. Menurutnya, pelaksanaan pembelajaran harus disusun dan dipersiapkan dengan sebaik baiknya agar hasil dari pembelajaran tersebut bisa maksimal. Oleh karena itu untuk mendapatkan ilmu terkait pembelajaran yang baik maka kiranya sangat penting untuk diadakannya workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Analisis Penilaian K13 ini.
RPP K13 revisi ini bisa dikatakan RPP abad 21, pasalnya RPP yang akan disusun guru-guru nanti mengintegrasikan kompetensi abad 21 yang dikenal dengan nama 4C, yaitu Creativity, Critical Thinking, Collaboration, dan Comunication.
Guru-guru di lingkungan KKM 1 MI sangat menyadari bahwa perubahan paradigma pembelajaran dan kurikulum adalah sebuah keniscayaan seiring dengan dinamika dan perubahan zaman, dan semua itu harus direspon positif dengan terus belajar, berupaya meningkatkan kompetensi dan kualitas, salah satunya dengan mengadakan workshop ini.
Workshop semacam ini bukanlah yang pertama, tapi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh KKMI dalam meningkatkan kompetensi guru madrasah. Dalam kegiatan ini setiap guru menyusun satu RPP yang mengintegrasikan nilai-nilai Penguatan Pendidikan Karakter, Kemampuan Literasi, dan Kemampuan Berpikir Tingkat Diri (HOTS).
Dengan dibimbing oleh narasumber yang yang kompeten, para guru bersemangat menyusun RPP dan Penilaian K13 revisi. RPP hasil karya para guru nantinya bisa digunakan sebagai pedoman pembelajaran yang aktif, interaktif, dan inspiratif.
Diakhir sambutannya Kakankemenag, mengharapkan agar kegiatan seperti ini menjadi tradisi dalam mengembangkan keilmuan agar para guru terus update terhadap perubahan-perubahan positif dalam pembelajaran. (Nsh)