0 menit baca 0 %

MIN 1 Harus Bisa Menjadi Yang Handal

Ringkasan: Pekanbaru (Humas) - MIN 1 Pekanbaru taja Khatam AlQuran dan Perpisahan kelas VI (28/05) di area halaman sekolah yang dihadiri oleh Kakanwil Kementerian Agama Prov. Riau, Drs. H. Asyari Nur, SH,MM, Kepala MIN 1 Pekanbaru, dan Kasi Mapenda Kankemenag Kota Pekanbaru.
Pekanbaru (Humas) - MIN 1 Pekanbaru taja Khatam AlQuran dan Perpisahan kelas VI (28/05) di area halaman sekolah yang dihadiri oleh Kakanwil Kementerian Agama Prov. Riau, Drs. H. Asyari Nur, SH,MM, Kepala MIN 1 Pekanbaru, dan Kasi Mapenda Kankemenag Kota Pekanbaru. Perpisahan kelas VI ini merupakan tanda rasa syukur siswa/i kelas VI yang telah menempuh UN beberapa waktu yang lalu. "MIN 1 Pekanbaru merupakan MIN yang memiliki letak sangat strategis sehingga tidak ada alasan bagi MIN 1 Pekanbaru untuk tidak dikenal oleh masyarakat, maka dari itu MIN 1 Pekanbaru harus bisa menjadi MIN yang dapat dihandalkan dengan mencetak generasi muda yang mampu berprestasi baik dalam bidang akademik ataupun bidang lainnya. Kami selaku pendidikan sangat mengharapkan bahwa murid-murid yang sudah lulus saat ini dapat menjadi santri-santri yang diharapkan dapat memajukan bangsa dengan prestasi dan kami pun memohon maap kepada orang tua murid apabila kami masih memiliki kekurangan dan kesalahan dalam mendidik karena kamipun setiap harinya berusaha untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi murid yang kami bina," ujar Kepala MIN 1 Pekanbaru dalam sambutannya. Saat ini MIN 1 merupakan salah satu madrasah atau setara sekolah dasar yang menjadi pilihan bagi masyarakat karena Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan pola pengajaran dengan kurikulum yang berimbang. Pada dasarnya, konsep Madrasah Ibtidaiyah adalah system pengajaran terpadu antara pengajaran sekolah dasar dan MDA. "Ijasah yang dikeluarkan oleh Madrasah Ibtidaiyah dapat digunakan untuk masuk kejalur sekolah umum seperti SMP atau yang sederajat, sehingga tidak ada diskriminasi akreditasi pada Madrasah Ibtidaiyah dan para orang tua tidak perlu ragu untuk memasukan anaknya ke Madrasah Ibtidaiyah bahkan Madrasah Ibtidaiyah memiliki nilai tambahan yaitu lebih banyaknya jam pelajaran untuk Agama Islam dan anak murid pun diajarkan mengaji Al Quran sampai mereka dapat mengkhatamkan AlQuran", papar Kasi Mapenda Kankemenag Kota Pekanbaru. Acara yang dipenuhi dengan penampilan murid-murid MIN 1 Pekanbaru sangat menggugah perasaan undangan yang hadir terutama Kakanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. Asyari Nur, SH, MM, yang terlihat antusias dan bangga atas bakat-bakat murid MIN 1 Kota Pekanbaru. Asyari mengaku bangga bahwa murid-murid madrasah pada saat ini sudah banyak yang berprestasi menyaingi murid-murid yang berasal dari sekolah umum, bahkan prestasi murid-murid madrasah sudah bertaraf nasional dan internasional. Sehingga pada saat ini pendidikan dengan basis madrasah sudah tidak dipandang sebelah mata lagi oleh masyarakat bahkan tiap tahun nya penerimaan murid-murid baru pada madrasah semakin meningkat. "Harapan terbesar saya adalah bahwa murid-murid MIN 1 Kota Pekanbaru yang baru lulus ini dapat menjadi cikal bakal generasi muda yang berprestasi dan tetap memegang teguh agama agar dapat mewujudkan masyarakat yang unggul dan agamis," harapan Asyari. Semakin meningkatnya kemajuan teknologi tentunya berimbas pada mutu pendidikan yang harus semakin baik, sehingga hal inilah yang harus menjadi cambukan bagi madrasah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan umum tanpa meninggalkan pendidikan agama agar generasi yang akan datang dapat menciptakan manusia-manusia baru yang berpengetahuan baik sekaligus dengan nilai agama yang baik. (nvm)