0 menit baca 0 %

Meriah, Pengukuhan dan Perpisahan Kelas XII MAN 2 Model

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Acara Pengukuhan dan Perpisahan Kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Pekanbaru tahun pelajaran 2010/ 2011 di Komplek MAN 2 Jalan Diponegoro berlangsung meriah dan haru. Acara tersebut dihadiri oleh para siswa, guru, dan wali murid, serta dihadiri oleh Ka Kanwil Kemenag R...
Pekanbaru (Humas)- Acara Pengukuhan dan Perpisahan Kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Pekanbaru tahun pelajaran 2010/ 2011 di Komplek MAN 2 Jalan Diponegoro berlangsung meriah dan haru. Acara tersebut dihadiri oleh para siswa, guru, dan wali murid, serta dihadiri oleh Ka Kanwil Kemenag Riau, Ka Kankemenag Kota Pekanbaru, Kepala MAN 1 Pekanbaru dan dari Dinas Pendidikan Riau. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, dalam sambutannya mengatakan, MAN 2 Model Pekanbaru termasuk sekolah yang tertua di Pekanbaru, dimana dahulu sekolah tersebut merupakan sekolah PGA kemudian menjadi MAN 2 Model Pekanbaru. Seiring berjalannya waktu, MAN 2 Model Pekanbaru berkembang dengan berbagai prestasi- prestasi yang diukir oleh siswa dan siswinya. Bahkan MAN Model kini menjadi salah satu sekolah kebanggaan masyarakat, tidak hanya oleh masyarakat Pekanbaru bahkan diluar kota di Riau. Terbukti, jauh- jauh hari sebelum penerimaan siswa baru, banyak masyarakat yang meminta agar anaknya diterima MAN 2. "Minat masyarakat untuk memasukkan anaknya kesekolah madrasah semakin tinggi, karena memang kualitas siswa dan siswi madrasah tidak kalah hebatnya dari sekolah umum lainnya," ungkapnya. "Jauh- jauh hari sebelum penerimaan siswa baru sudah banyak orang tua siswa yang menelpon saya agar anaknya bisa diterima di madrasah. Tapi kebijakan penerimaan siswa baru harus sesuai standar apalagi, beberapa madrasah di Pekanbaru telah diprogramkan menjadi Madrasah Andalan, jadi penyeleksian siswa baru lebih ketat," ungkap Asyari menjelaskan. Untuk mempertahankan citra madrasah yang semakin baik dimata masyarakat, Asyari meminta agar pihak sekolah benar- benar melakukan seleksi secara adil dan sesuai ketentuan Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang diberkaukan oleh sekolah. Sementara itu, Kepala MAN 2 Model Pekanbaru, Drs H Muliardi, M Pd menyampaikan, tiga tahun bersama tentu banyak kenangan dan kesan yang ditinggalkan oleh para siswa dan para guru, termasuk prestasi- prestasi yang telah diraih oleh siswa siswi selama menuntut ilmu di MAN 2 Model Pekanbaru. "Apalagi akhir- akhir ini tingkat keberadaan siswa di sekolah cukup tinggi, khususnya kelas XII dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN), tentu ini semakin menimbulkan kedekatan yang tidak terkira. Dan hari ini merupakan puncak keberasamaan di MAN 2, setelah ini tentu masing- masing akan meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya. Namun, kata Muliardi, yang cukup membanggkan, siswa siswi MAN 2 Model telah banyak mengukir prestasi baik skala provinsi maupun nasional, mulai dari loma karya tulis ilmiah, lomba invomasi, lomba matematika, fisika, kimia dan prestasi lainnya. "Bahkan anak- anak kita banyak yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan, seperti di PCR Riau, Telkom Bandung, Universitas Indonesia (UI), Poltakes, bahkan ada yang mendapat beasiswa CPI selama pendidikan," ungkap Muliardi bangga. Untuk itu, ia berharap terhadap siswa siswa yang akan meninggalkan MAN 2 Model hendaknya tetap menjaga nama baik almamater sekolah. Terhadap yang ditinggalkan, hendaknya mencontoh prestasi yang telah diukir kakak kelasnya selama ini. (msd)