Riau (humas) Pembayaran pelunasan ibadah Haji tahun 2020 di Provinsi Riau tetap dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, meskipun pada saat ini masih belum jelas pembukaan Masjidil Haram. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu pihak kerajaan Arab Saudi membuka.
Demikian poin pertama yang disampaikan Kabid PHU melalui Kasi Pendaftaran Dokumen Haji Drs H Elwizar MA kepada humas via selluler, Senin (27/04).Ā
Di tengah kekhawatiran mewabahnya virus Corona (Covid-19), Kementerian Agama Provinsi Riau tetap mempersiapkan keberangkatan calon jamaah haji (calhaj).
Ia menjelaskan untuk Provinsi Riau sendiriĀ setidaknya ada 5008Ā jemaah yang direncanakan akan diberangatkan ke tanah Suci tahun ini. Ia menilai jemaah diharapkanĀ melakukan pelunasan biaya haji tahap I yang akan diperpanjang hingga 20 Mei mendatang.Ā
ElwizarĀ mengungkapkan jika persiapanĀ tetap dilaksanakan sesuai ketentuan dan rencana yang telah disiapkan. "Alhamdulillah tidak ada kendala, semua berjalan baik sebagaimana mestinya," ujarnya.
āSemua persiapan kita laksanakan sesuai ketentuan dan planning yg sudah dibuat,ā ujar Elwizar lagi.Ā saat ini pihaknya tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat.
Kita tetap mengikuti persiapan dan tahapan-tahapan yang kita laksanakan,ā kata Elwizar.
Hal ituĀ dilakukan untuk mengantisipasi jika Arab Saudi sewaktu waktu membuka kembali Masjidil Haram, karena hingga kini pihaknya mengaku masih menunggu keputusan dari Kerajaan Arab Saudi mengumumkan kepastian keberangkatan haji ini.
Sementara itu, jika pada hari pelaksanaan Haji masih belum dibuka maka jemaah haji pada tahun 2020 ini akan ditunda keberangkatan pada tahun berikutnya.
āKalau pada hari-H, Arab Saudi masih belum mengizinkan, maka jemaah haji tahun 2020 prioritas berangkat pada tahun 2021,ā pungkasnya. Sesuai dengan tiga skenario yang digagas Menag baru baru ini, jelasnya.
Kedua, untuk hal hal yang berkaitan dengan dokumen haji seperti paspor, Elwizar menyebut beberapa Kemenag Kabupaten/kota yang belum mengantar ke Kanwil. "Seperti Kampar dan Pekanbaru masih banyak yang belum," katanya.
Ia beranggapan hal itu disebabkan pihak Kemenag masih menunggu pelunasan dari jemaah yang bersangkutan.
Ketiga, sehubungan dengan visa jemaah, pihaknya menyebut masih menunggu keputusan dari pihak Arab Saudi. Apakah akan diberangkatkan tahun ini atau tidak, informasi terakhir akan diumumkan pihak Kemenag pusat nanti pada 19 Ramadhan.
Tak lupa Elwizar berpesan kepada jemaah agar tetap menjaga kesehatan dan stamina disaat Covid- 19. "Harus mengikuti aturan, protokol dari pemerintah," katanya.
Kepada jemaah tetap mempersiapkan diri dengan mengikuti manasik haji online. "Apalagi sudah ada di TVRI, jemaah sedianya mengikuti manasik online ini," harapnya.
Terakhir Elwizar menegaskan kepada jemaah untuk tetap bersabar menunggu kepastian keberangkatan ibadah haji tahun ini dari pihak Saudi. " Persiapkan saja kesehatan, dan kesiapan ilmu melalui manasik online, semoga niat baik kita dimudahkan Allah," harapnya.
ā Jemaah harus yakin Pemerintah Arab Saudi dan Kemenag tetap berupaya mengatasi ini. Yang penting kita tetap berdoa, pelaksanaan haji tahun ini tidak mengalami penundaan,ā harapnya.(vera)