Siak (Inmas) - Madrasah sebagai tempat belajar mengajar merupakan wadah tumbuh kembang dalam pembentukan karakter dan nilai pada santri. Di Madrasah tidak hanya diajarkan How to know tetapi diajarkan pula How to do, karena proses belajar di Madrasah, sekedar pengetahuan secara teoritik saja tidak cukup, para santri harus diajarkan cara melakukan sesuatu secara langsung supaya materi yang diberikan lebih mengena dan untuk mengasah skill mereka.
Raudhatul Athfal (RA) Al-Kautsar, Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun sebagai salah satu lembaga pendidikan di Kabupaten Siak menyadari bahwa pendidikan tentang kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini. Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengimplementasikannya adalah dengan mengadakan kegiatan yang disebut Market Day, Rabu (06/02/19). Market Day adalah suatu kegiatan dimana para siswa menjajakan barang dagangan mereka yang kemudian ditawarkan kepada guru dan siswa lain.
Tema dalam kegiatan Market Day yang dimulai dari pukul 08.30 - 10.00 ini adalah "MAKANAN DAERAH" bertempat halaman RA. Al-Kautsar. Lailatul Munawaroh, S.Pd selaku Kepala RA Al-Kautsar kepada Inmas Kankemenag Siak menginformasikan bahwa kegiatan ini diikuti Santri RA Al Kautsar, orang tua/wali murid dan masyarakat sekitar dengan rincian; jumlah siswa : 54 orang., jumlah guru : 5 orang dan 1 orang kepala Madrasah.
“Acara Market Day ini rutin dilaksanakan di RA Al Kautsar sejak tahun pertama yaitu tahun 2016 hingga sekarang. dengan tema yang selalu berganti tiap tahunya. Market Day kali ini mengusung tema Makanan Daerah. Mudah-mudahan para santri lebih bersemanagat untuk mengenal betapa luasnya budaya dan kandungan nilai di negeri ini melalui makanan khas daerah masing-masing”, ujarnya bercerita kepada Inmas Kankemenag Siak.
Mengenai teknis kegiatannya, Lailatul Munawaroh menjelaskan bahwa setiap kelas mendapatkan tema makanan yang berbeda; Kelas Naim/B1: Makanan Melayu., Kelas Firdaus/B2: Makanan Sunda., Kelas Royyan/B3: Makanan Minang., Kelas Ma'wa/A1: Makanan Jawa dan Kelas Assalam/A2: Makanan Sumatra.
Yang menarik adalah, setelah berdagang para santri juga diajarkan untuk bersedekah. Yakni dengan cara menginfakkan sebagian hasil yang didapatkan dari berjualan tersebut dengan besaran yang tidak ditentukan (Seikhlasnya). Adapun yang menjadi tujuan utama dari Market Day ini adalah; 1. ananda belajar tata cara berdagang yang baik, bagaimana cara menjadi penjual dan pembeli yang baik., 2. mengenal mata uang rupiah., 3. belajar berwirausaha dan 4. belajar bersyukur dengan cara bersedekah.
Adapun rangkaian acara dari kegiatan Market Day ini adalah sebelum mulai berdagang ananda diberi pengarahan terlebih dulu oleh ibu guru. Kemudian ananda berkeliling bersama bu guru untuk dikenalkan berbagai macam Makanan khas beberapa daerah yang ada di Indonesia. Setelah itu, barulah ananda menempati stand kelas masing-masing untuk berprofesi sebagai pedagang. (Hd)