Riau (Inmas) - Bertempat diruangan PPID dan video Conference Sub Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Riau perwakilan Biro HDI Dra Nurmiati dan Siska Maya Sari ST.I mengupas habis terkait dengan pengelolaan data melalui aplikasi E-MPA.
Sebanyak 15 operator yang terdiri dari operator e-MPA masing masing bidang dan sub bagian Kanwil Kemenag Riau, terlihat fokus dan serius menyimak materi yang disampaikan Nurmiati dan Siska maya sari.Â
Nurmi mengatakan aplikasi e-Data tersebut adalah pengembangan dari aplikasi sebelumnya. Dimana nantinya masing masing operator e-MPAÂ itu ditugaskan menginput data data yang ada sesuai dengan yang ada di dalam aplikasi. Maka secara otomatis data tersebut terupdate terus dan terintgerasi ke pusat, sebutnya.
Hal ini berguna, sambung Nurmi untuk memudahkan biro perencanaan dalam pengambilan keputusan pelaksanaan anggaran, katanya. Operator e-MPA adalah perpanjangan tangan untuk ke daerah, maka sangat diharapkan para operator yang ada di Kanwil bisa menjelaskan sekaligus mengsosialisasikan mengenai aplikasi ini ke operator di Kab/kota nantinya, ucapnya.
Sementara itu hal senada diungkapkan juga oleh Siska Maya Sari bahwa sosialisasi ini dalam rangka pengembangan aplikasi e-data, dimana aplikasi data itu akan digunakan untuk e- planing di biro perencanaan. Jadi dalam setiap penganggaran tersebut kita harus mendapatkan data data yang akurat dari daerah daerah.Â
"Sosialisasi Aplikasi e -data ini kita laksanakan untuk Kanwil Kemenag seluruh Indonesia, agar dapat menangkap data data yang akurat untuk tujuan e-planing kedepan", tekannya.Â
Lebih lanjut dikatakannya bahwa aplikasi data terdapat didalam aplikasi e-MPA. Dimana Sistem Elektronik Monitoring pelaksanaan Anggaran (e-MPA) merupakan sistem yang dikembangkan oleh tim yang dibentuk oleh Sekjen sebagai sarana pengendalian internal dalam rangka monitoring pelaksanaan anggaran pada tingkat satuan kerja di lingkungan Kemenag.
Mengingat data di Kemenag itu sangatlah banyak meliputi data keagamaan, pendidikan, haji dan umroh serta tata kelola. Sementara keempat data itu dikelola oleh unit eselon I dan II di Kemenag dengan berbagai metodologi pengumpulan data. Hal ini lanjutnya, berakibat masyarakat luas menjadi sulit mendapatkan data yang valid dan akurat, terjadi tumpang tindih karena data yang tidak seragam baik itu sistem penggajian, data sertifikasi guru, dan sebagainya.
Untuk itu diharapkan, aplikasi data yang diluncurkan saat ini dapat menjawab pekerjaan rumah tentang data data Kemenag yang masih terbengkalai seperti selama ini. "Intinya kita akan bisa membentuk pusat data, dimana data data dari daerah dapat terinput dalam satu sistem, dan terintegrasi ke pusat sehingga akhirnya terpusat pada satu pintu", jelas wanita murah senyum itu.
"Aplikasi e-data ini leading sektornya kan Biro HDI, jadi diharapkan kedepan masyarakat tidak perlu repot repot lagi mencari informasi dan data ke bidang bidang tertentu, cukup disatu pintu saja", tandasnya.(vera)
Â