Riau (Inmas) – Para petugas kloter jemaah haji BTH 20 di Arab Saudi mulai mempersiapkan diri jelang pelaksanaan puncak haji. Persiapan mengantisipasi alur pergerakan jemaah haji saat wukuf di Arafah dan melempar jumrah di Mina.
Untuk itu Ketua Kloter Dr Anasri Nurdin MPd, menyampaikan 5 pedoman yang perlu dipahami oleh jemaah kloter BTH 20 menuju Armuzna nanti, melalui via WhatsApp kepada humas, Sabtu (03/08) petang.
Lima pedoman ini merupakan tindak lanjut dari intruksi Muhammad Syafi’i salah seorang konsultan ibadah di sektor setempat.
Pertama, berangkat ke Armuzna tetap berpatokan pada rombongan. Dengan catatan satu mobil tetap satu rombongan.Â
Kedua, berdasarkan data jamaah risti di kloter 20 BTH yang mencapai 206 orang, begitu pula yang sudah lansia dalam kondisi dikhawatirkan lemah lebih kurang 40 orang maka diminta setiap rombongan membawa satu kursi roda untuk evakuasi jemaah dari mobil ke tenda di Arafah.
Menurutnya kondisi ini sangat membuka peluang ibadah bagi setiap jamaah untuk saling memberikan bantuan.
Ketiga, mengingattenda kloter 20 BTH berada di Mina Jadid, yang jarak tempuh berangkat berdasarkan peta yang dibagikan maktab 2 sekitar 4 km.
Untuk itu kepada jemaah lansia dan lemah agar mewakilkan kepada teman regu atau rombongannya untuk melontar jamarat.
“Mulai hari 10, 11, 12 zulhijjah”, katanya mengulang yang disampaikan Konsultan ibadah sektor.
Sementara itu untuk kepulangan jemaah ke Mekkah telah disepakati Kloter BTH 20 untuk mengambil nafar awal. Dan pulang nya pada tanggal 12 Zulhijjah k Mekkah.
Untuk itu kepada pihak maktab diharuskan menyediakan bus seluruh jamaah dan memastikan sudah tiba dimekkah sebelum matahari terbenam.Â
"Apabila maktab terlambat menyediakan bus yabg mengakibatkan terlambat keluarnya dari MINA Dam menjadi tanggung jawab maktab”, tegas Muhammad Syafi’i merinci poin keempat.
Kelima, mengingat 2 atau 3 hari setelah pulang dari Mina l, bus shalawat belum beroperasi, Ia meminta kepada jamaah untuk beribadah tetap di mushalla hotel saja dan mengambil waktu untuk berbekal sehat dan kuat.
“Sehingga hari ke 3 tawaf ifadah sudah dapat dilaksanakan berdasarkan rombongan ke mesjidil haram” terangnya menyebut poin terakhir.(vera)