0 menit baca 0 %

Menteri Agama Buka Pentas PAI Nasional ke - 9 Di Makasar

Ringkasan: Makasar (Inmas) - Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat nasional dibuka langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Syaifuddin pada Kamis (10/10/19) bertempat di Asrama Haji Sudiang Makasar.Tampak hadir selain Menteri Agama, Ibu Ibu Trisna Willy Lukm...

Makasar (Inmas) - Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat nasional dibuka langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Syaifuddin pada Kamis (10/10/19) bertempat di Asrama Haji Sudiang Makasar.

Tampak hadir selain Menteri Agama, Ibu Ibu Trisna Willy Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Anggota DPR dari PDI, Dirjen Pendidikan Islam, Kanwil Kementerian Agama Se- Indonesia, Forkompinda Sulawesi Selatan dan Undangan Lainnya.

Dalam sambutannya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Pentas PAI merupakan ajang untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita adalah masyarakat beragama dan memahamai agama.  selain itu even nasional ini sekaligus untuk menepis berbagai isu, termasuk isu tentang akan dihapusnya Pendidikan Agama islam  sebagai mata pelajaran pada sekolah.

“Saya menegaskan disini bahwa pemerintah tidak akan pernah menghilangkan Pendidikan Agama Islam dari sekolah, bahkan sebaliknya kami ingin eksistensi Pendidikan Agama Islam disekolah-sekolah semakin diperkuat, saya yakin siswa mampu berpidato tentang materi keagamaan, bisa menulis cerita islam, pandai melantun dan menghafal ayat-ayat suci Al Qur’an dan beberapa hal lainnya yang terkait dengan materi guru-guru pendidikan Agama Islam dalam mendidik siswa-siswa nya melalui mata pelajaran Agama Islam di sekolah-sekolah”.  

Oleh karena itu Pentas PAI yang dilakukan secara berkala diharapkan betul-betul dapat menumbuh kembangkan keterampilan generasi milenial abad 21. “Kita perlu mendorong mereka untuk menjadi anak-anak yang berjiwa sportif, kreatif, komunikatif, percaya diri, kritis dan berkepribadian yang tangguh, kita tau bahwa sportifitas dan kritis adalah ciri dan karakter yang mendukung terwujudnya pola fikir dan sikap pemberani”. Lanjut Menteri Agama.

Sementara itu Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya mengucapkan terimakasih karena kegiatan pentas PAI merupakan kegiatan untuk meningkatkan nilai-nilai keagamaan Islam diseluruh Indonesia.

Ditempat terpisah Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Riau  Dr. H. Mahyudin dalam tanggapan dan pesannya mengatakan pentas PAI bisa menjadikan siswa-siswi untuk taat kepada ajaran agama. Kontingen Riau agar dapat mengukiti kegiatan dengan baik sehingga dapat mengukir Prestasi.

“Alhamdulillah Pentas PAI sudah dibuka Oleh Menteri Agama, dengan Pentas PAI dapat menjadikan siswayang taat beragama, oleh karena itu kita berharap kepada kontingen Pentas PAI Provinsi Riau bisa mengikuti seluruh rangkaian dan kita berharap tampilkan yang sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin, terkait juara itu sudah ditentukan oleh Allah SWT tapi kita berharap mudah-mudahan kontingen provinsi riau bisa mengukir presatasi pada berbagai cabang yang kita ikuti untuk bisa mendapatkan prediket yang terbaik”.

Senada dengan Ka. Kanwil Kemenag Riau, Kepala Bidang pendidkan Agama dan Keagamaan Islam Drs. H. Fairus, MA mengatakan dengan telah dibukanya Petas PAI kepada peserta, pembimbing, dan Official agar dapat menjaga kesehatan , tetap disiplin dan menjaga kekompakan serta senantiasa focus pada cabang masing-masing.

“mudah-mudahan Kontingen Riau dapat tampil optimal sehingga dapat berbicara banyak dipentas Nasional ini, dan semoga anak-anak Riau kembali mengukir sejarah menjadi Juara pada Pentas PAI Tahun 2019.

Pentas PAI di Makasar ditandai dengan pemukulan Beduk oleh Menteri Agama yang di damping oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dan Dirjen Pendis, Pentas PAI ini akan berlangsung hingga tanggal 14 Oktober 2019 dengan memperlombakan 10 cabang yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an, Muasabaqah Hifzil Al Qur’an, Lomba Cerdas Cermat PAI, Lomba Pidati PAI, Lomba Khaligrafi Islam, Lomba Seni Nasyid, Lomba Debat PAI, Lomba Kreasi Busana, Lomba Cerita Remaja Islami dan Lomba Karya Ilmuyah Remaja. (ana)