Riau (Inmas) – Pagi ini, Senin 18 September 2017 pemandangan berbeda terlihat pada upacara bendera yang dilaksanakan di halamam MtsN Andalan. Pasalnya Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA di dampingi Kasubbag Informasi dan humas Dedi Sahrul S Kom Msi, Drs Damhir Damhir Kasi Kemitraan Umat Publikasi Dakwah dan HBI, serta empat orang tim Inmasnya hadir pada pelaksanaan upacara tersebut. Kakanwil yang hadir sebagai Pembina upacara disambut hangat oleh Kepala Sekolah dan para majelis guru MtsN Andalan.
Petugas upacara terlihat begitu sigap dan cakap menjalankan tugasnya masing masing, begitu pula peserta upacara berbaris rapi penuh disiplin pada upacara yang dimulai pukul 7.00 WIB tersebut. Ridho Maulana Ihsan siswa kelas IX bertindak sebagai pemimpin upacara tersebut merupakan Ketua Osis MTsN Andalan. Upacara berlangsung semakin khidmat tatkala pasukan paskibraka dibawah binaan Abdullah Sag Guru Olah raga pada MTsN Andalan tampak semangat dan rapi memasuki lapangan upacara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Ahmad Supardi mengajak semua elemen guru dan siswa/i membangun citra positif pada madrasah, karena generasi madrasah lahir dari siswa/i madrasah maupun pondok pesantren. Makanya ia tak bosan bosan mengingatkan siswa/i madrasah dapat mengisi kemerdekaan yang telah diraih para pejuang dan para tokoh serta ulama terdahulu dengan prestasi dan prestasi.
Setidaknya ada lima hal yang harus diimplementasikan siswa/i jika ingin berbuat sesuatu, ingin membuat sejarah positif dalam hidup : Pertama, semangat dalam melakukan proses belajar selama disekolah maupun diluar sekolah, motto man Jadda wa jada kalimat spirit yang diberikan pria humoris itu. Kedua, Siswa/i harus memiliki integrity, artinya ada kesesuaian antara perkataan, hati dan perbuatan, dimana pun kita berada lekatkan selalu integritas dalam diri kita, ujarnya. Skill menjadi poin penting ketiga yang disampaikannya, tanpa keterampilan siswa/i tidak akan bisa mengukir prestasi gemilang. Selain itu siswa/i madrasah harus memiliki rasa empati yang tinggi terhadap lingkungan sekitar, menurutnya hal ini sangat penting karena secara otomatis akan melahirkan sikap kepedulian yang besar terhadap penderitaan dan kesusahan orang lain, tutur AHS menyampaikan poin keempat. Terakhir siswa/i madrasah harus belajar secara continue (terus menerus) karena Allah akan mengangkat derajat manusia yang menuntut dan memiliki ilmu pengetahuan.”Tuntutlah ilmu hingga ke liang lahat”,imbuhnya memberi spirit.
“Saya sangat mengharapkan siswa/i madrasah mampu mengukir prestasi dalam pendidikan serta menjadi generasi bangsa yang unggul dalam ilmu pengetahuan maupun ilmu kegamaan dan menjadi insan yang berakhlakul karimah, pungkasnya mengakhiri amanat.
Kehadiran Kakanwil bukan sekedar hanya sebagai pembina upacara saja, melainkan untuk memberikan semangat dan spirit bagi siswa/i dan majelis guru untuk meningkatkan kualitas diri baik melalui kegiatan madrasah sekaligus menerima sejumlah bantuan dana kemanusiaan untuk konflik Rohingya dari MTsN Andalan ke Kanwil Kemenag Riau sebagai penyalur ke lembaga pusat.
Pada kesempatan yang sama bantuan dana kemanusiaan sejumlah Rp 11 juta yang diserahkan oleh Ketua Osis MTsN Andalan diterima langsung oleh H Ahmad Supardi disaksikan oleh seluruh pserta upacara.
Dihubungi terpisah Ahmad Supardi sangat apresiatif atas inisiatif para majelis guru dan sumbangan para siswa/i terhadap krisis yang terjadi di Rohingya. Kepedulian siswa/i madrasah MTsN Andalan ini agar dapat dicontoh oleh semua madrasah yang ada di Riau, sehingga Kemenag sebagai lembaga keagamaan di indonesia dapat berperan dalam membantu pemerintah Indonesia mengatasi penderitaan masyarakat muslim Rohingya. Hal senada disampaikan Darusman MPd selaku Kepsek MTsN Andalan, ia mengaku sangat bangga atas kepedulian majelis guru dan siswa/i madrasah dalam membantu mengurangi penderitaan kelompok muslim di Rohingya Myanmar. Semoga bantuan ini bisa sampai kesana dan dipergunakan dengan maksimal oleh saudara muslim kita disana, ucapnya penuh harap. (vera/eka/faj/anto)