Riau (Inmas)- Menghadapi
kedatangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait penilaian opini Lembaga
dan Kementerian tahun 2018, Biro Keuangan dan BMN Kementerian Agama RI menggelar
Orientasi Pentausahaan, Penghapusan dan Pengendalian Barang Milik Negara (BMN)
di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau Tahun 2018 pada 19-21 September 2018 di Hotel
Grand Central Pekanbaru.
Acara dibuka oleh Kepala Biro Keuangan
dan BMN Kemenag RI, Mohamad Ali Irfan SE, MM, M AKÂ Â didampingi Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad
Supardi MA, Kabag TU Drs H Mahyudin MA, Ketua Pantia Hj Desmiarti Sukin dan
dihadiri oleh 76 peserta yang merupakan operator BMN Kabupaten/ Kota se
Provinsi Riau.
Kepala Biro Keuangan dan BMN
Kemenag RI, Mohamad Ali Irfan SE, MM, M AK mengatakan, Orientasi Pentausahaan,
Penghapusan dan Pengendalian Barang Milik Negara (BMN) di Lingkungan Kanwil
Kemenag Riau Tahun 2018 dalam rangka menghadapi kedatangan BPK sekaligus memberikan
skill kepada operator SIMAK BMN.
“Tujuan kegiatan ini meberikan bekalan
atau skill terkait pengelolaan proses pengimputan SIMAK BMN, memberikan adjeting
regulasi terkait penatausahaan, penghapusan dan pengendalian BMN dengan nara
sumber langsung dari kementerian keuangan. Ini akan menambah wawasan dalam
pengelolaan BMN di Riau,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan tersebut sebagai
persiapan menghadapi kedatangan BPK dalam rangka penilaian opini tahun 2018. “Apakah
bisa menggapai kembali WTP yang telah kita dapatkan tiga tahun berturut- turut
tentunya kerja keras kawan- kawan operator BMN di provinsi Riau dibawah komando
Kanwil dan Kabag TU. Dan ini amanah Pak Menteri Agama kepada seluruh jajaran
yang melakukan proses pelaporan keuangan tingakat Kementerian Agama yang kita
arahkan pada laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). Presedien berharap semua
kementerian dan lembaga dapat meraih WTP dan kita sudah tiga tahun bisa
mempetahankan WTP,” tambahnya.
Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad
Supardi MA, usai acara pembukaan menyampaikan ucapan terimakasihnya karena Riau
ditetapkan sebagai salah satu daerah pelasaksanaan orientasi. Untuk itu ia
berharap, peserta kegiatan dapat serius mengikuti semua materi yang diberikan oleh
narasumber.
“Ambil ilmunya secara maksimal
sehingga opini WTP tetap dapat dipertahankan. Dan kita berharap Provinsi Riau bisa
menjadi salah satu penyumbang untuk meraih WTP secara nasional, untuk itu
kepada operator hendaknya serius mengikuti kegiatan ini dan mengaplikasikanya
ditempat tugas masing- masing,” harapnya.
Panitia Penyelenggara Kegiatan, Hj Desmiarti Sukin, mengatakan,
untuk peserta kegiatan merupakan operator BMN pada satker Kemenag Kabupaten/
kota se Provinsi Riau sebanyak 76 orang. “Tujuan kita untuk meningkatkan
penatausahaan, penghapusan dan pengendalian BMN di Lingkungan Kanwil Kemenag
Riau Tahun Anggaran 2018. Yang ditargetkan oleh keungan terkait dengan BMN
untuk itu mau tidak mau kita harus cepat melakukan tata kelola BMN,” ujarnya
singkat. (mus/faj)