0 menit baca 0 %

Menggapai Kesuksesan Hakiki

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) - Sidang Senat Terbuka yang ditaja oleh STIT Aswaja Rokan Hilir mengundang tamu terhormat untuk memberikan orasi pendidikan yaitu Kepala Seksi Pembinaan Program Studi Sub Direktorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Keme...

Rokan Hilir (Inmas) - Sidang Senat Terbuka yang ditaja oleh STIT Aswaja Rokan Hilir mengundang tamu terhormat untuk memberikan orasi pendidikan yaitu Kepala Seksi Pembinaan Program Studi Sub Direktorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Dr. H. Abdul Mukti Bisri, Selasa (18/10).
Pada pemaparannya Dr. H. Abdul Mukti Bisri memberikan penekanan akan pentingnya hidup mencari kesuksesan yang hakiki yaitu sukses dunia dan akhirat.

"Apa saja yang bisa dikatakan hidup sukses? Apakah hidup yang bergelimangan harta? Apakah gelar dan jabatan yang tinggi dan bisa dipamerkan? Semua itu tentunya bisa hilang dengan sekejap apabila Allah SWT menginginkan," papar Mukti Bisri.

Lebih lanjut Beliau menjelaskan, "Kesuksesan yang hakiki itu adalah ketenangan dan kebaikan hidup di dunia dan di akhirat, itulah yang disebut dengan Hasanah. Bukti bahwa hidup kita sudah mencapai kesuksesan adalah melihat kualitas dan nilai diri yang sudah kita capai. Terutama kesuksesan itu bisa diraih saat kita bisa menjadi anak yang soleh dengan membahagiakan mereka dan selalu mendoakan mereka."

Pada orasinya tersebut juga Beliau menegaskan bahwa sudah saatnya para sarjana yang tercetak tidak lagi memiliki mental terjajah yang hanya lulus untuk menjadi pekerja, tapi harus memiliki mental skill dan etos kerja sebagai wirausaha.

"Pada hakikatnya proses kuliah itu bukan untuk menghasilkan pekerja tetapi harus bisa mengembangkan wawasan dan pengetahuan dengan kreativitas dan inovasi yang tinggi dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan sebagai sarjana yang dapat menciptakan sesuatu yang sangat berguna bagi masyarakat," jelas Mukti Bisri.

Sebagai penutup Beliau berharap bahwa potensi yang ada di Indonesia ini masih sangat luas yang membutuhkan kreativitas dan mental tangguh, harus segera dihilangkan mental terjajah dan mulai bangkit membangun negeri tercinta ini. (nvm/anto)