Indragiri Hulu,(Inmas). Setiap tanggal 5 Januari, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu melaksanakan Upacara Peringatan Tragedi Rengat Berdarah. Upacara tersebut memperingati sejarah Kota Rengat, dimana pada Rabu 05 Januari 1949 terjadi pembantaian keji dan biadab terhadap kurang lebih 2.000 an penduduk Kota Rengat, termasuk yang menjadi salah satu korban Bupati Indragiri, yaitu Bupati Tulus oleh tentara Belanda dalam aksi Agresi Militernya, dimana Belanda ingin menguasai kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah merdeka dan berdaulat pada 17 Agustus 1945.
Penduduk Indragiri Hulu di bariskan di pinggiran sungai Indragiri, lalu Tentara Belanda secara keji dan biadab menembaki para penduduk maupun pejuang tersebut. Darah para penduduk dan pejuang merubah warna sungai Indragiri menjadi warna Merah.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Terkait dengan hal itu, maka Pemkab Inhu pada Minggu 05 Januari 2020 melaksanakan Upacara Peringatan Tragedi Rengat Berdarah, sebagai penghormatan maupun penghargaan terhadap jasa para pahlawan. Upacara dimulai dari pembacaan cuplikan sekitar Peristiwa Berdarah 5 Januari 1949, peletakan rangkaian bunga oleh Wakil Bupati Inhu, H. Khairizal, M.Si, di Tugu Pahlawan Jalan Ahmad Yani Rengat. doa bersama dipimpin Kakankemenag Kab. Inhu, Drs. H. A. Karim, M.Pd.I, dan rangkaian terakhir daripada kegiatan tersebut adalah tabur bunga di sungai Indragiri, sebagai saksi bisu peristiwa berdarah tersebut.
Tabur bunga dilakukan wakil Bupati Inhu, Forkompimda, wakil ketua DPRD Kab. Inhu, dan juga Kakankemenag Kab. Inhu.(tulang)
MENGENANG TRAGEDI RENGAT BERDARAH DIAKHIRI DENGAN TABUR BUNGA
Ringkasan:
Indragiri Hulu,(Inmas). Setiap tanggal 5 Januari, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu melaksanakan Upacara Peringatan Tragedi Rengat Berdarah. Upacara tersebut memperingati sejarah Kota Rengat, dimana pada Rabu 05 Januari 1949 terjadi pembantaian keji dan biadab terhadap kurang lebih 2.000 an pendud...