0 menit baca 0 %

Mengenal Tengku Agung Sultanah Latifah Sosok Kartini Negeri Istana, Siak

Ringkasan: Siak (Inmas) - Jika Aceh memiliki Cut Nyak Dien, Teuku Fatimah, Cut Meutia dsb, Sumatera Barat memiliki Syaikhah Rahmah el-Yunusiah, Tanah Jawa memiliki R.A. Kartini maka Tanah Melayu Riau, khususnya negeri Istana Siak Sri Indrapura mempunyai sosok pahlawan wanita yang berjuang untuk Perempuan di Ta...

Siak (Inmas) - Jika Aceh memiliki Cut Nyak Dien, Teuku Fatimah, Cut Meutia dsb, Sumatera Barat memiliki Syaikhah Rahmah el-Yunusiah, Tanah Jawa memiliki R.A. Kartini maka Tanah Melayu Riau, khususnya negeri Istana Siak Sri Indrapura mempunyai sosok pahlawan wanita yang berjuang untuk Perempuan di Tanah Melayu. Ialah Tengku Agung Sultanah Latifah yang merupakan Permaisuri Agung Pertaman dari Sultan Syarif Kasim II yang bertahta dari 1908 hingga 1946.

 

Dilansir milik Humas dan Protokol Pemda Siak diceritakan, kala itu tradisi “Mencengkam” atau “dipingit” masih lazim bagi perempuan perempuan Melayu dimana Perempuan yang masih gadis diharuskan untuk tetap tinggal Dirumah hingga mendapatkan jodoh. Jika ingin keluar rumah anak gadis kala itu harus didampingi orang tua maupun kerabat mahrom.

 

Hal ini lah yang mendasari Tengku Agung mendirikan sekolah bagi Perempuan kala itu, LATIFAH SCHOOL merupakan sekolah Perempuan Pertama di Riau yang berdiri pada tahun 1926. Disekolah ini perempuan perempuan Siak yang berasal dari berbagai kalangan (tidak hanya dari kalangan istana) diajarkan berbagai keahlian. Seperti Membaca, Menulis, Bahasa Belanda, Memasak, Menjahit, Menenun, dan keahlian lainnya.

 

Tengku Agung pun mendatangkan guru dari Berbagai daerah, seperti Puan Halimah Batang Taris dari Langkat Mengajar Bahasa Belanda, Ibu Zadiar dari Payakumbuh belajar memasak, maupun Encik Saejah yang mengajar menjahit dan menenun. Para Guru ini pun mendap gaji bulanan layaknya sekolah Eropa (kala itu guru tidak lazim di gaji karena adanya pandangan bahwa ilmu harus diberi tanpa pamrih).

 

Selain itu Tengku Agung juga menanggung seluruh biaya operasional sekolah, hingga memberikan asrama bagi Perempuan yang rumah nya jauh dari Siak Sri Indrapura. Hari ini bangunan Latifa School masih dapat kita lihat dengan kondisi sangat terawat di Siak Sri Indrapura, berlokasi disamping istana. Cik admin juga ingin mengucapkan selamat Hari Kartini bagi Perempuan Perempuan Indonesia. SELAMAT HARI KARTINI. (Hd)