Siak (Inmas) – Seperti yang diliput oleh
Liputan6.com, berawal dari keprihatinan minimnya jemaah masjid dari generasi
muda, sekumpulan remaja di Kecamatan Siak, Kabupaten Siak,
Riau, tergerak hatinya membuat gerakan bernama Pejuang Subuh. Sebelum fajar
menjelang, sekumpulan remaja ini menggilir setiap masjid untuk disinggahi. Tak
lupa, Pejuang Subuh ini
mengajak teman sebayanya untuk meramaikan masjid. Ragam kegiatan dilakukan usai
salat agar generasi muda menghindari perbuatan negatif yang bisa memalukan diri
sendiri, keluarga, dan daerah.
Ketua Pejuang Subuh, Toto Prasetyo,
mengatakan, dana gerakan ini awalnya bersifat swadaya. Anggota setiap harinya,
ketika pagi menjelang, menjajakan kacang dan panganan ringan. "Hasilnya
digunakan untuk operasional. Dan Alhamdulillah sekarang sudah mendapat
perhatian dari Pemerintah Kabupaten Siak," kata pria disapa Toto ini
kepada wartawan.
Toto menjelaskan, anggota Pejuang Subuh sejak
dibentuk beberapa bulan lalu makin bertambah tiap harinya. Tidak hanya remaja,
pejuang ini sudah beranggotakan beberapa polisi, satuan polisi pamong praja dan
pegawai negeri sipil. Toto berharap anggotanya makin bertambah tiap harinya,
terutama generasi muda. Dengan demikian, perubahan masyarakat agamis dan peduli
dengan masa depan bangsa bisa terwujud. "Tujuan utama adalah perubahan.
Harapannya salat Subuh berjemaah seramai salat Jumat. Kalau jemaah Subuh sudah
terjaga, salat jemaah lainnya akan terjaga," kata Toto.
Menurut Toto, gerakan Pejuang Subuh Kabupaten Siak ini membuat generasi muda lebih
disiplin menjaga waktu. Penerus bangsa akan mudah menata waktu dari fajar
terbit hingga matahari tenggelam. "Kalau generasi muda sudah disiplin
waktu, maka kami yakin aktivitas lainnya lebih baik," imbuh Toto.
Toto menjabarkan, dalam sebulan ada empat
kegiatan yang dipersiapkan Pejuang Subuh. Pekan pertama adalah subuh keliling
di Kecamatan Siak hingga ke Kecamatan Mempura. Targetnya adalah masjid ataupun
musala yang belum ramai jamaahnya. Di lokasi yang dipilih dilaksanakan
pengajian agama hingga matahari terbit atau pukul 06.30 WIB. "Disediakan
makanan ringan yang dananya dari jualan kue dan kacang yang kami lakukan,"
terang Toto.
Pekan kedua, sambung Toto, dilaksanakan
pelatihan fisik para anggota Pejuang Subuh dan remaja lainnya dengan olahraga
bersama. Berikutnya pada pekan ketiga adalah menamatkan pembacaan Al-Qur'an usai
Salat Subuh. Tujuannya untuk mengimbangi kebiasaan bermain gawai generasi muda
dengan ajaran pada kitab suci Islam. "Pekan keempat pengajian dan
pembekalan tema-tema remaja. Seperti, bagaimana menghadapi kegalauan remaja,
tidak berpacaran, tidak merokok, dan lain sebagainya. Dengan konsep menjadikan
hijrah lebih indah," terangnya.
Toto berharap anggota Pejuang Subuh tidak
pernah bosan menyebarkan kebaikan kepada generasi muda. Dan untuk mencapai itu
semua, Toto ingin semua pihak mendukung penuh gerakan yang diprakarsai remaja
ini. "Tidak hanya di masjid, kedepannya kami akan berdakwah sambil
berjualan kacang di pinggir jalan atau di lokasi anak muda bisa
berkumpul," jelas Toto.
Apa yang dilakukan Pejuang Subuh ini akhirnya
sampai ke Bupati Siak Alfedri. Orang nomor satu di negeri istana ini memberikan
bantuan operasional berupa kendaraan roda empat. Penyerahan kunci secara
simbolis dilakukan Alfedri di Masjid Al Fatah, Kecamatan Siak. Anggota Pejuang
Subuh sangat gembira karena gerakan mereka lebih mudah menjangkau masjid di
pelosok-pelosok desa. "Ini menjadi penyemangat bagi kami lebih giat
mengajak masyarakat salat berjemaah di masjid," sebut Toto.
Terpisah, Alfedri menyebut apa yang dilakukan
remaja ini sesuai dengan program Kampung Binaan Keluarga Sakinah (KBKS) yang
saat ini gencar dilakukan Siak. Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Kabupaten
Siak yaitu menjadikan masyarakat Siak yang agamis. Di mana salah satu
indikatornya diawali dengan ramainya jemaah saat Salat Subuh. "Saya
mengajak seluruh umat Muslim Kabupaten Siak senantiasa memakmurkan masjid di
kecamatan masing-masing" jelas Alfedri.
"Dalam salah satu Hadis yang
diriwayatkan Bukhari dan Muslim, sesungguhnya salat yang paling berat
dilaksanakan oleh orang munafik adalah Salat Isya dan Salat Subuh. Sekiranya
mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya
sekalipun dengan merangkak," sambung Alfedri. (Hd)