Pekanbaru (Inmas)- Membaca Al Quran sesungguhnya adalah pekerjaan yang sangat dianjurkan dalam agama, tidak terbatas hanya pada waktu tertentu. Tetapi perlu adanya gerakan yang digalakkan oleh Pemerintah, karena mamfaatnya sangat besar bagi umat, antara lain adalah untuk menangkal kemerosotan yang sekarang terjadi.
Demikian disampaikan Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kab. Kuantan Singingi, H Bakhtiar, di ruang kerjanya, Jumat (24/6). “Dengan maghrib mengaji kita dapatkan memfokuskan kegiatan kita dengan membaca dan menghayati makna Al Qur’an, yang selama ini sudah ditinggalkan karena pengaruh kemajuan teknologi informasi,” kata H. Bakhtiar.
Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa dengan gerakan maghrib mengaji ini diharapkan dapat menangkal pengaruh negatif yang ditayangkan oleh lima ‘layar’. Kelima layar itu adalah layar televisi, telepon seluler (ponsel), internet, komik, dan majalah. Biasanya anak-anak dan orang dewasa masih suka menonton televisi pada waktu maghrib, sehingga kebiasaan mengaji setelah shalat maghrib itu seringkali dikalahkan oleh televisi salah satu dari lima layar tadi.
Hal ini tentu sangat merugikan bagi generasi muda yang mengalami dekadensi moral sehingga menimbulkan kemerosotan akhlak, kasus kenakalan remaja dan sikap pragmatis serta mencuci otak remaja sehingga lupa akan jati dirinya sebagai orang yang beriman. Beliau juga menghimbau agar gerakan maghrib ini tidak dilakukan hanya anak-anak usia dini yang sedang belajar Al Quran, tetapi oleh semua umat Islam, sehingga orangtua dapat menjadi contoh bagi anak-anaknya.
“Kita harapkan agar para orangtua dapat mematikan TV atau media lainnya mulai jam 6 sore sampai jam 8 malam,” pungkasnya. (nvm/rf/dms)