Riau (Inmas) – Bertepatan dengan kehadiran Menag RI pada Perkemahan Wira Karya perguruan tinggi Keagamaan PW PTK se- Indonesia ke IV Tahun 2018 di UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru Riau pada 3 Mei 2018, terdapat sejumlah rangkaian agenda Menag yang full 1 hari berada di Riau. Diantara kegiatan itu adalah penandatanganan prasasti gedung SBSN KUA, sekaligus juga gelaran Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam), SAPA (Sarapan Bersama Penyuluh), Salam (Silaturrahmi lembaga Keagamaan) dan Peresmian gedung kuliah dan laboratorium UIN Suska Riau yang bersumber dari dana SBSN.
Menag RI mengucapkan apresiasi atas berdirinya gedung baru yang memanfaatkan dana SBSN. Ia menegaskan Kemenag terus berupaya untuk memperkuat daya dukung dalam peningkatan pendidikan Agama Islam dengan mengembangkan sarana dan pra sarananya. Selain itu Menag juga memberikan apresiasi yang tinggi atas berdirinya Gedung baru KUA dengan dana SBSN di Riau.
Ia mengaku kesediaannya hadir pada kegiatan tersebut juga dalam rangka untuk bertemu dengan para penyuluh penyuluh, para tokoh agama, bertemu dengan jajaran Kemenag yang terus berupaya membantu meningkatkan kualitas pendidikan, kerukunan umat beragama di Indonesia.
“Saat ini kita memiliki 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di seluruh Indonesia, jika ditambah dengan perguruan Tinggi Agama lainnya, maka jumlah PTK di Indonesia nyaris mencapai 100 lembaga”, ucapnya mengawali orasi.
Menag LHS mengaku serius untuk mengembangkan sarana dan pra sarana lembaga pendidikan agama di Indonesia, maka kita perlu bersyukur saat ini tidak ada PTK kita yang tidak memiliki gedung baru setiap tahunnya. “Tahun depan dana SBSN akan kita alihkan dan prioritaskan untuk pembangunan madrasah, perguruan tinggi Islam”, jelasnya.
Pada kesempatan itu Menag juga menyinggung pentingnya mengoptimalkan fungsi KUA di tengah masyarakat. Secara khusus selain mengerjakan melayani urusan kehidupan agama masyarakat kita, KUA lebih menekankan kepada dua hal : Pertama, sebagai wadah pengembangan manasik haji, bimbingan haji, mengingat kuota jamaah haji dan umroh selalu bertambah dari tahun ke tahun. Haji dan umroh bukan hanya sebagai bentuk wujud ibadah ritual individual personal, namun mengandung fungsi sosial yang kuat sehingga mampu berbagi dengan tulus kepada sesama. Kedua, KUA adalah wadah untuk menyiapkan anak anak dan generasi muda, dalam memasuki jenjang pernikahan, dengan memberikan pendidikan pra nikah (belajar rahasia nikah) yang disebut dengan istilah BERKAH memiliki bekal yang cukup dalam konsep mengarungi kehidupan berrumah tangga.
Lebih lanjut LHS memaparkan bahwa Pendidikan pra nikah adalah program unggulan Kemenag Tahun 2018. Menurutnya Setiap calon pengantin harus dibekali tentang komunikasi relasi terutama dalam era komunkiasi yang sangat kompleks. Begitu pula tentang bagaimana memenage keuangan keluarga. Untuk itu Kemenag telah menyiapkan program pra nikah menuju terbentuknya keluarga sakinah, jelasnya.
Kegiatan yang dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Riau, Rektor, tokoh agama, Kankemenag Kab/kota beserta jajaran serta Kepala Madrasah dan Guru tersebut berlangsung hingga pukul 12.15 siang. Selepas makan siang bersama Menag RI dan rombongan Kakanwil Kemenag Riau melanjutkan kegiatan Silaturrahim Ulama dan Pimpes se-Riau yang digelar di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 7, Rimbo Panjang Kubang Kampar. (vera/adi/eka)