Bengkalis (Inmas) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan Peralihan status Sekolah Tinggi Agama Islam Alkausar Bengkalis menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis. Peresmian STAIN Bengkalis ini dilaksanakan langsung di Kampus STAIN Bengkalis, Riau Kamis (07/05)) pagi.
Prosesi acara peresmian STAIN ini diawali dengan pembacaan do’a dan disusul dengan penampilan tari Persembahan khas Melayu. Hadir pada kesempatan tersebut Kakanwil Kemenag Riau Drs H Tarmizi Tohor MA, Gubernur Riau yang diwakili oleh Staf Ahli Pemprov Riau H Arliman Agus, Bupati Bengkalis Drs H Herlian Shaleh Msc, Wakil Bupati Bengkalis Suayatno, Ketua STAIN Bengkalis Prof DR H Syamsul Nizar MA beserta jajaran Pejabat eselon III dan IV di lingkungan Kemenag Riau serta Dosen di lingkungan STAIN Bengkalis.
Ketua STAIN Bengkalis Prof DR Syamsul Nizar dalam laporannya mengungkapkan STAIN Bengkalis adalah Perguruan Tinggi di Riau yang awalnya merupakan sebuah Yayasan didirikan pada Tahun 1988. Alhamdulillah hari ini menjadi STAIN perdana di Provinsi Riau sekaligus merupakan anak bungsu dari perguruan tinggi Islam di Indonesia.
Dikatakannya Peresmian ini sudah sangat lama dinantikan oleh masyarakat Bengkalis dan peresmian tersebut merupakan sebuah kebanggaan dan. Dengan diresmikannya kampus ini sebagai Perguruan Tinggi Islam Negeri sebagai wujud perjuangan panjang dari upaya peningkatan status yang kami lakukan. Dan dengan ini kami sadar masih sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak dan Pemerintah baik secara moril dan materil untuk membentuk kampus yang lebih maju dan berkarakter,imbuhnya.
Menurutnya STAIN Bengkalis kedepan siap menjadi wadah untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu mengkontribusikan Ilmu keislaman demi mewujudkan cita-cita menjadi perguruan tinggi terbaik di Riau. “Pun menjadi pusat kajian melayu bukan hanya melayu nusantara, tetapi melayu seluruh Asia Tenggara yang memiliki adat istiadat yang sama”, terangnya.
“Ia menambahkan mengaku optimis mampu menjaring mahasiswa yang lebih banyak di masa mendatang, mengingat jumlah mahasiswa yang masuk STAIN Bengkalis sekarang ini sudah dari seluruh penjuru nusantara, bila perlu dalam kurun waktu singkat STAIN Bengkalis bisa beralih status menjadi IAIN, tandasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Menteri Agama mengatakan keberadaan STAIN Bengkalis diharapkan bisa berperan penting dalam pengembangan kajian Islam dan melayu, karena mandat utama Perguruan Tinggi Islam seperti STAIN adalah sebagai pusat pengkajian dan pengembangan Islam di Indonesia. Hal ini bisa menjadi ciri khas yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lainnya.
Mengintip Sebuah adagion “Melayu identik dengan Islam, menjadi melayu adalah menjadi Islam, karena itu orang melayu adalah orang Islam”. Jadi generasi muda Bengkalis harus memiliki kebanggaan dengan akar jati diri budaya melayu Islam,” ujar Menag.
Untuk menjawab tantangan kedepan STAIN Bengkalis harus siap menjadi perguruan tinggi yang dapat menghasilkan generasi muda intelektual yang berintegritas dan berakhlak. “Jika pra syarat, kriteria dan segala ketentuan hal-hal yang menyangkut syarat minimal keberadaan sebuah IAIN itu terpenuhi oleh STAIN Bengkalis, bukan tidak mungkin STAIN Bengkalis ini beralih status menjadi IAIN bisa segera terlaksana. Saya sangat optimis bahwa dalam hitungan tahun pun status tersebut bisa dicapai,” pungkasnya.(vera)