0 menit baca 0 %

Menag RI : Perpaduan Mentalitas Pramuka dan Santri Merupakan Kekhasan Nusantara Yang Harus Dipelihara.

Ringkasan: Banjarmasin (Inmas) – Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin membuka secara resmi kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) ke IV di Kalimantan Selatan tepatnya di Bumi Perkemahan Agro Wisata Tambang Ulung Kabupaten Tanah Laut, Selasa pagi (2/6).

Banjarmasin (Inmas) – Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin membuka secara resmi kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) ke IV di Kalimantan Selatan tepatnya di Bumi Perkemahan Agro Wisata Tambang Ulung Kabupaten Tanah Laut, Selasa pagi (2/6).

Hadir dalam pembukaan tersebut, Wakil Gubernur Kalsel,Wakil KetuaKwarnas, Dirjen Diniyah dan Pondok Pesantern Kemang RI,Kakanwil Kemenag se Indonesia, Bupati dan Wakil Bupati se Kalimantan, Pimpinan Ponpes se Kalimantan, para ulama, dan juga ribuan para santri.

Ketua Panitia PPSN IV Kalsel Ibrahim dalam laporannya mengatakan peserta PPSN IV tahun 2015 terdiri dari 33 kwartir daerah dengan rincian peserta daerah 1727 orang, pinkonda 66 orang, bindamping 309, pinda 475 orang, peserta lokal 205 orang dilengkapi peserta penggembira, total keseluruhan 5000 orang.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI H Mukhsin Al Idris menambahkan semua provinsi mengirimkan pesertanya, terbanyak berasal dari tuan rumah Kalsel dengan 500 peserta. Selama perkemahan berlangsung seluruh peserta memperoleh perlindungan dari asuransi jasaharta putra. Perkemahan kali ini merupakan yang keempat dimana yang pertama tahun 2006 di cibubur, tahun 2009 di Jatinangor dan tahun 2012 di Batam.

Sambutan Ketua Kwartir Nasional yang disampaikan Waka Kwartirnas Marbawi Marjuki mengungkapkan apresiasi yang sangat tinggi terhadap Kementerian Agama yang telah berinisiasi menyelenggarakan PPSN IV di Kabupaten Tanah Laut Kalsel, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat tindak lanjut kwartir nasional gerakan pramuka dengan Kementerian Agama.

“Saya selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka merasa bangga dan bahagia karena terpilihnya kalian dengan proses ketat melalui pesantrennya masing-masing, adek-adek adalah terbaik dari teman-teman lainnya, adek adek adalah calon-calon pemimpin bangsa dimasa depan”, terangnya.

Hal senada disampaikan Menag RI dalam sambutannya sungguh menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap perkemahan pramuka santi nusantara IV tahun 2015 yang diselenggarakan di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.

Menag melanjutkan dalam arahannya tema kegiatan ini adalah kuatkan jati diri santri yang berakhlak mulia, berwasasan nusantara untuk jaja lingkungan dan bela negara. “Tema tersebut sungguh relevan dengan situasi kekinian yang dihadapi bangsa Indonesesia saat ini”, ujar Menag. “Saya perlu menggaris bawahi tiga kata kunci tema diatas yaitu akhlak mulia, berwawasan nusantara, jaja lingkungan dan bela negara. Tiga matra itu semoga bukan hanya slogan tapi juga harus dibuktikan dalam prilaku aktual kita dalam keseharian”, tambah Menag.

Menag menambahkan dari kancah pramuka diharapkan lahir tunas-tunas bangsa yang bertakwa pada allah swt dan cinta tanah air serta memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bangsa dan negara.

Menurutnya tujuan pramuka santri adalah agar pramuka santri dapat menunjukkan kemampuan dan aktualisasi diri sebagai daribagian gerakan pramuka nasional bahkan dunia. Kelahiran pramuka dinegara diawali gerakan kepanduan sejak abad 20 hingga masa kemerdekaan. Kelahiran berbagai organisasi kepanduan seperti GBO, yong java, nasional islamic, sarikat islam, hibbullwatan, kepanduan muhammadiyah dan lain lain sungguh tidak terlepas dari semangat untuk membebaskan diri dari penjajahan, beragamnya jenis kepanduan memerlukan wadah pemersatu, maka kepanduan dipersatukan dalam wadah pandu rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 dan akhirnya dipersatukan dengan nama Pramuka melalui Kepres pada tahun 1961 tentang gerakan pramuka dan saat ini telah memiliki landasan yang kuatyaitu UU nomor 12 tahun 2012.

Menag kembali mengapresiasi perkemahan pramuka santri nusantara ini karena memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan perkemahan pada umumnya. Nuansa religius dan aspek keseimbangan pada ranah pendidikan perlu menjadi pehatian utama. Santri wajib menegakkan salat berjemaah, wajib mengaji bahkan kiyamullail meskipun sedang berkemah, santri tetap wajib mengikuti kultum dan siraman rohani lainnya meskipun sedang berkemah.

“Inilah beberapa keunikan perkemahan santri kali ini, perpaduan mentalitas pramuka dan mentalitas santri merupakan kekhasan nusantara yang perlu kita pelihara dan kembangkan karena boleh jadi tidak ditemui pada negara-negara lainnya”, tandas Menag mengakhiri sambutan.

Usai menyampaikan sambutan, Menag didampingi Wakil Ketua Kwarnas dan Wakil Gubernur Kalsel memukul beduk tanda dimulainya kegiatan PPSN IV tahun 2015 di Kalsel. Selanjutnya Menag RI menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI0 bertema “Konfigurasi Madihin” dengan jumlah pelantun terbanyak yaitu lebih dari 5000 orang. (js/vera)