0 menit baca 0 %

Menag RI Dukung Pembangunan Embarkasi Antara Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin didampingi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Pgs Kakanwil Kemenag Riau Drs Mahyudin MA beserta rombongan, Senin (13/6) siang meninjau kesiapan Embarkasi Antara Provinsi Riau. Untuk melihat langsung kesiapan Riau untuk menjadi Embarkasi A...

Pekanbaru (Inmas)- Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin didampingi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Pgs Kakanwil Kemenag Riau Drs Mahyudin MA beserta rombongan, Senin (13/6) siang meninjau kesiapan Embarkasi Antara Provinsi Riau.

Untuk melihat langsung kesiapan Riau untuk menjadi Embarkasi Antara, Menag RI dan rombongan setibanya di Pekanbaru langsung meninjau Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Jalan Mekar Sari Pekanbaru yang rencananya akan dipergunakan sebagai tempat transit/ asrama haji calon jemaah haji (CJH) sebelum diberangkatkan ke Embarkasi Batam dan ke Tanah Suci.

Usai meninjau Rusunawa, rombongan Menag RI lantas meninjau lokasi lahan yang akan dihibahkan oleh Pemrov Riau ke Kementerian Agama dalam rangka pembangunan Asrama Haji representatif di Jalan Labersa Parit Indah yang luasnya 5,2 ha sebagai salah satu persyaratan untuk mejadi embarkasi penuh.

“Kita sangat mendukung Provinsi Riau untuk menjadi Embarkasi Antara, apalagi kondisi CJH Riau sangat mendukung untuk itu, 70 % dari jumlah jamaah yang ada di embarkasi BTH. Apalagi, Pemrovi Riau sangat mendukung hal tersebut dengan dihibahkannya tanah seluas 5,2 ha untuk membangunan asrama yang representative dalam rangka mewujudkan embarkasi antara atau embarkasi penuh. Untuk itu, ini harus terus ditindak lanjuti agar segera teralisasi,” ujar Menag.

Moratorium Pembangunan Skala Besar

Menag melanjutkan, untuk diketahui masyarakat, tahun ini kondisi keuangan negara dalam keadaan tidak stabil, hal tersebut tidak hanya dialami oleh Indonesia tapi dialami juga oleh seluruh Dunia, ditandai dengan harga minyak jatuh dan penerimaan pajak turun, sehingga terjadi pengetatan dalam anggaran atau moratorium terhadap pembangunan- pembangunan skala besar seperti pembangunan gedung- gedung. Kecuali untuk hal yang benar- benar mendesak, sementara untuk yang masih bisa ditangguhkan, akan ditangguhkan untuk tahun- tahun mendatang.

“Asrama haji yang lahannya telah tersedia, dan saya sangat berharap tahun depan terdapat kebijakan baru sehingga anggaran dapat dimanfaatkan untuk membangun asrama haji diatas lahan tersebut, sehingga apa yang menjadi harapan pemerintah dan masyarakat yaitu embarkasi antara dapat segera terwujud,” harap Menag.

Terkait dengan anggaran, Menag belum bisa menggambarkan secara pasti karena hal tersebut merupakan proses anggaran tahun 2016 atau tahun 2017. “Mari kita berikhtiar semaksimalkan mungkin agar ini bisa segtera terwujud,” ungkapnya seraya mengucapkan terimakasih atas hibah lahan dari pemprov Riau, dimana lahan tersebut merupakan amanah yang diberikan masyarakat Riau kepada Kemenag untuk dimanfaatkan dalam bentuk asrama haji untuk lebih memudahkan masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji.

Sementara itu, Pgs Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Mahyudin MA, usai peninjauan menyebutkan, pihak Kementerian Agama bersama Pemprov akan terus menggesah agar Riau dapat memiliki Embarkasi, khususnya Embarkasi Antara. Karena keberadaan Embarkasi Haji Riau sudah lama menjadi harapan masyarakat Riau, yang diharapkan dapat lebih mengefesiensikan waktu dan biaya pemberangkatan haji.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan ini, mudah- mudahan dengan kunjungan dan dukungan Menteri Agama RI tadi, keinginan masyarakat Riau untuk memiliki embarkasi sendiri dapat segera terwujud,” harap laki- laki yang berulang tahun pada 13 Juni ini bertepatan dengan kunjungan Menag RI ke Riau. (mus)