Riau (Inmas)-
Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Kabag TU Drs H Mahyudin
MA, memimpin rapat persiapan Rapat Kerja (Raker) Kanwil Kemenag Riau Tahun 2018 yang jadwalnya akan dihadiri oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin, Selasa (27/2/2018) di Ruang Rapat
Kanwil Kemenag Riau.
Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, mengatakan, Raker Kanwil Kemenag Riau yang rencananya pada 29 Maret 2018 akan menghadirkan Menteri Agama RI dengan rangkaian kegiatan Ngobrol Pendidikan (Ngopi) dan Silaturrahim dengan Ormas Islam (Salam).
“Alhamdulillah
kita sudah selesai rapat dalam rangka persiapan Raker dan menindaklanjuti hasil
Rakernas kemarin yaitu review kegiatan- kegiatan yang ada di Kementerian Agama
Riau disesuaikan dengan 11 kegiatan direktif Kementerian Agama, dan tiga
kegiatan yang harus dihadiri oleh Menteri, yaitu Ngopi, Bina Kawasan dan Mengasah
Jati Diri Indonesia (Mengaji), jadi tadi telah kita serahkan revisi masing-
masing bidang atau unit,” jelasnya.
Ditambahkan Kabag
TU Drs H Mahyudin MA, dalam rapat yang berlangsung selama 3 jam tersebut selain
membahas persiapan Raker yang rencananya akan dibuka oleh Menteri Agama RI,
juga terkait dengan 11 poin direktif Kementerian Agama yang akan dilaksanakan
pada tahun 2018.
“Kita akan
undang semua pejabat dan pegawai Kementerian Agama, kepala KUA, guru- guru dan
penyeluruh, termasuk tokoh agama agar Menteri Agama bisa bertemu langsung
dengan penyuluh, guru agama dan tokoh agama. Dan jadwalnya sudah diagendakan di
pusat, semoga tidak ada lagi halangan untuk dapat berkunjung ke Riau,”
harapnya.
11 poin direktif yang harus
dilakukan dengan baik pada 2018, terutama berkaitan rencana kerja dan anggaran
(RKA) Kemenag.
- e-goverment, bertujuan agar pemerintah efisiensi membangun
transparansi.
- Sapa atau sarapan bersama
penyuluh agama. Menag meminta jajaran di wilayah menyapa seluruh pengurus
agama. Sebab, para pemimpin agama adalah garda terdepan di tengah masyarakat.
- Netralitas ASN tahun
politik. Ia mengingatkan jajaran lingkungan Kemenag harus sadar diri, semua
adalah ASN.
- Salam atau silaturahim
lembaga keagamaan. Ia mendorong Kanwil Kemenag menggencarkan salam ke lembaga
keagamaan. Tujuannya, menyerap aspirasi lembaga keagamaan terhadap isu yang
berkembang di masyarakat.
- Nyantri atau ngajak siswa
dan mahasiswa.
- Ngopi atau ngobrol
pendidikan Islam.
- Ngaji atau ngobrol soal
haji.
- Berkah atau belajar
rahasia nikah.
- Bina wawasan.
- Mengaji Indonesia atau mengasah jati diri Indonesia.
- Halal Indonesia. (mus/satria)