0 menit baca 0 %

Menag: Pendidikan Investasi Jangka Panjang

Ringkasan: Riau (Inmas)- Pendidikan merupakan sebuah investasi jangka panjang (long-term investmets) pembangnan bangsa. Kondisi masa depan bangsa dan Negara tergantung dan dipengaruhi oleh mutu layanan pendidikan yang diterima oleh anak-anak bangsa saat ini, sangat dipengaruhi oleh mutu layanan pendidikan yang...

Riau (Inmas)- Pendidikan merupakan sebuah investasi jangka panjang (long-term investmets) pembangnan bangsa. Kondisi masa depan bangsa dan Negara tergantung dan dipengaruhi oleh mutu layanan pendidikan yang diterima oleh anak-anak bangsa saat ini, sangat dipengaruhi oleh mutu layanan pendidikan yang sedang demban saat ini.

“Apabila mereka saat ini memperoleh layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu “generasi emas bangsa” dan “manusia-masnusia baru” maka mereka mempunyai kapasitas dan kompetensi yang berdaya saing dan memegang peran penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa ini ke depan,” tegas Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan kata sambutannya pada Peresmian Penegerian 48 Madrasah se Indonesia dan Peluncuran PTSP Kanwil Kemenag Riau di MAN 3 Pekanbaru, Senin (29/10/2018).

Selain itu, kata Menag, pendidkan dipandang sebagai instrumen mobilitas social vertical suatu masyarakan, instrumen efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan. Dengan pendidikan yang baik dan bermutu, maka anak-anak bangsa, meskipun awalnya berasal dari keluarga miskin, kelak akan mendapatkan profensi yang baik atau mendapatkan profesi yang baik dan mendapatkan kemudahan dalam hidupnya, sehingga pada gilirannya dapat memutus mata rantai kemiskinan yang pernah dideritanya.

“Inilah korelasi penting antara investasi pendidikan dengan peningkatan kesejahtraan rakyat dan pemerataan ekonomi. Dalam bahsa ekonomi, inlah apa yang disebut dengan rate of return investment,” jelasnya.

Menurut Menag, akses pendidikan yang bermutu merupakan hak asasi setiap warga Negara. Semua anak, tidak dibatasi oleh status social, ekonomi, suku, etnis, agama, dan gender, berhak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu.

Penegerian madrasah swasta merupakan sebuah bukti bahwa Negara ingin hadir untuk memastikan layana pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat. Hal ini tidak berarti kualitas madrasah swasta tidak di perhitungkan. Banyak madrasah swasta yang mulai berkembang maju dengan sarat prestasi dan inovasi.

“Di Kementrian Agama, kami terus berupaya memberikan dukungan dan bantuan kepada madrasah swasta dalam rangka pemenuhan standard nasional pendidikan. Keberadaan madrasah negeri diharapkan dapat melakukan sinergi bersama dalam upaya memberikan layanan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat,” ucap Menag.

Generasi Madrsah, Generasi Anti Hoax

Saat ini, katanya, seiring dengan tantangan modernisasi dan globalisasi ditambah tantangan Revolusi Industri 4.0, kualitas dan daya saing lulus pendidikan merupakan sebuah tuntutan mutlak. Tidak boleh main-main dengan kualitas madrasah karena madrasah tidak hanya harus hebat dalam prestasi dan inovasi, melainkan madrasah juga harus bermartabat dalam menjaga nilai-nilai idealism dan integrasi.

Tantangan pendidikan di abad 21 tidak lah mudah. Dunia pendidikan dituntut untuk dapat membekali generasi millennial dengan konten-konten yang selaras dengan tumbuh kembang dan taraf pemikirannya. Disinilah pentingnya inovasi- inovasi dalam pendidikan dan pembelajaran. Tanpa inovasi, Negara akan tertinggal dengan Negara lain. Negara-negara maju, anak-anak telah dibekali dengan konten- konten pembelajaran yang menekankan pada keterampilan berfikir tingkat tinggi atau hing order thingking skills (HOTS). Anak- anak yang mempunyai keterampilan berfikir tingkat tinggi, bisa dipastikan kalau mereka adalah “Generasi-generasi Anti Hoax.”

Penguasaan HOTS bagi siswa merupakan sebuah tuntutan mutlak di tengah tantangan zaman dan perkembangan sains dan teknologi yang kian kompleks dan disruptif. Anak-anak tidak cukup dengan megetahui dan menghafal saja, melainka juga harus mempunyai keterampilan lain yang dibutuhkan di abad 21 ini, yaitu: critical thinking, creativity and innovation, communication, and collaboration, and collaboration.

“Untuk itu dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan beberapa pesan dan harapan kepada kepala madrasah dan semua madrasah demi pembangunan pendidikan madrasah yang lebih baik,” ungkapnya.

Madrasah Harus Ramah Terhadap Masyarakat Kecil

Pertama, meminta kepada para kepala Madrasah Negeri agar dapat memastikan bahwa anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu harus mendapatkan kursi di Madrasah negeri. Ia tidak mau mendengar cerita bahwa madrasah negeri adalah madrasah yang tidak ramah terhadap masyarakat kecil.

“Saya juga minta agar Madrasah Negeri harus inklusif. Tidak boleh menolak anak-anak berkebutuhan khusus untuk juga mengenyam pendidikan terutama di madrasah negeri,” tegasnya.

Menag mengatakan, kebijikan penegerian madrasah ini sesungguhnya merupakan upaya Pemerintah dalam membantu akses pendidikan bermutu bagi masyarakat. Jika pendidikan masih mengabaikan kaum miskin, maka pendidikan belum berkeadilan.

Kedua, Menag meminta agar semua Madrasah Negeri harus dapat menjadi madrasah model atau madrasah rujukan bagi madrasah lain di sekitarnya. Setiap madrasah negeri harus dapat memberikan kontribusi dan sumbangsih dalam memberikan pendampingan kepada madrasah lain di sekitarnya.

“Demikian beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada kesempatan yang sangat penting ini. Akhirnya, dengan terlebih dahulu memohon ridla dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan membaca Bismilllahirrahmanirrahim, 48 Madrasah Negeri di 14 Provinsi yang baru saja beralih status darisuasta enjadi negeri ini, secara resmi saya nyatakan dapat mulai beroperasi untuk kegiatan pemebelajaran. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhai segala aktivitas kita. Aamiin,” pungkasnya. (mus/ana/anto/ady/tim inmas)

Â