0 menit baca 0 %

Menag: Jangan Agama Dijadikan Dasar Komprontatif.

Ringkasan: Bogor (Inmas) - Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Riau Drs H Saifunnajar MH mengikuti Kemah Pemuda Lintas Agama Tingkat Nasional yang berlangsung Citra Alam River Side Cisarua Bogor mulai Ahad 06 hingga 10 November 2016. Kegiatan ini sangat strategis yang bertujuan agar pemuda perlu diberi bekal...

Bogor (Inmas) - Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Riau Drs H Saifunnajar MH mengikuti Kemah Pemuda Lintas Agama Tingkat Nasional yang  berlangsung Citra Alam River Side Cisarua Bogor mulai Ahad 06 hingga 10 November  2016.

Kegiatan ini sangat strategis yang bertujuan agar pemuda perlu diberi bekal kemandirian, bertanggung jawab. Dihadiri 270 orang peserta dari seluruh Provinsi di Indonesia. Selain itu ada peserta tambahan sehingga menjadi 450 org. 

Kemah Pemuda ini dibuka langsung Mentei Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin yang didampingi Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI, Perimeldi Ph.D.

Dalam arahannya Menteri Agama mengatakan bahwa Lintas Agama lebih pas antar umat beragama. “Kata Lintas itu terkesan ada jarak,” kata Menag. 
Menurut Menag, pemuda mewakili masing agama agar saling belajar antara satu dengan yg lain. Dapat saling membagi dan memberi antar peserta sehingga saling mengisi antar peserta. Lebih lanjut menag menginatkan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa besar. Kerukunan bukan hal baru. Keragaman kita memang besar. Tapi dalam keragaraman kita tetap rukun. Sudah menjadi kebiasaan jauh sebelum merdeka. Kearifan lokal setiap suku bangsa di Indonesia berkaitan dengan agama. Nilai agama telah terinternalisasi dalam masyarakat Indonesia. 
Lebih jauh Menag menyatakan bahwa setiap agama membawa pesan memanusiakan manusia. Agar harkat martabat manusia senentiasa terlindungi.  Menag juga berpesan kepada peserta bahwa pemuda agar mampu mencermati media sosial yang menjadikan agama untuk hal-hal yang mengingkari tujuan agama itu sendiri. Jangan agama dijadikan dasar  komprontatif. Bagaimana agama dijadikan dasar tindakan menyikapi orang lain dengan positif. Bagaimana pemuda sekarang mampu mewarisi keindonesiaan yang lebih baik dari masa menerima dulu.
Kemudian Menag menyampaikan kepada peserta agar meningkatkan keberagamaan dengan cara: pertama. Tingkatkan kegiatan amaliah kearah kegiatan ilmiah. Kedua, dalami agama dari orang memiliki otoritas atau kompetensi; ketiga, imbangi keagamaan dengan kegiatan ekonomi umat; ketiga, ukuran kesalehan dari individual ke arah kesalehan sosial; pemuda agar bekerja bersipat produktif.

Kegiatan Kemah Pemuda Lintas Agama Tingkat Nasional ini, Provinsi Riau diikuti pemuda dari unsur beberapa agama, seperti Islam, Budha, Kristen, Katholik dan Hindu. Mereka adalah Idea Indah Purnama, Jandrie Sembiring, Ni Nyoman Setiari, Lestari Widodo, Tri Ananda Putri Sembiring Meliala dan Arif Afandi. (ghp)