Riau
(Inmas) –Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin Melalui Rakor Jakwas Menyampaikan harapannya agar
seluruh jajaran bisa semakin meningkatkan integritas pengawasan di kementerian agama. Ia menilai tema Itu relevan untuk diaplikasikan.
RakorJakwas
yang diadakan di Discovery Hotel and Convention, Ancol. Dari tanggal 1 s.d 3
April 2019. Peserta yang tercatat kurang lebih 500 orang. Dalam kesempatan itu, Menag juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran inspektorat jendral.
Mereka yang punya tugas dan fungsi di
Kemenag bagaikan kapal induk yang sangat besar karena tidak kurang dari 4500.
Kita dalam sebuah sistem yang semuanya memiliki peran penting dan urgensi masing masing, maka tidak membuat kita berkecil hati. bahwa sesungguhnya yg kita lakukan selama 4 tahun terakhir ini on the track dan banyak perubahan yang tidak salah. Opini laporan keuangan yang diberikan kepada BPK adalah wajar tanpa pengecualian. Semoga kita mampu mempertahankan WTP itu.
Meskipun blm maksimal tapi apa yg kita sedang lakukan ini kearah yg lbh baik. Tahun 2014 indeks repormasi birokrasi kemenag dg nilai cc karena nilainya 54.83, setahun berikutnya 2015 naik nilainya 62.28. Dari CC menjadi B Sedangkan di tahun 2016 naik jadi 69, 14.kemudian 2017 naik lagi menjadi 73,27. Dan di tahun 2018 meningkat scorenya menjadi 74.02. Itu artinya reformasi birokrasi kita mengalami peningkatan. Blm sempurna tapi on the track.
Terkait dengan SAKIP Sistem Akuntabilitas Kinerja instansi Pemerintah alhamdulillah bergerak kearah lebih baik. Karena angkanya 2014 penilaian Cc, karena angkanya 60.53 tapi di Tahun 2015 nilainya naik sedikit di 62.01 menjadi B. Tahun 2016 angkanya 68.17. Terus meningkat ke Tahun 2017 angkanya di posisi 70.02. Pun Tahun 2018 naik menjadi 70.12 yaitu BB.
Tentu terkait dengan indeks kepuasan jamaah haji sebagai salah satu program primadona juga mengalami kenaikan signifikan sejak Tahun 2014 mencapai 81,52 persen, di tahun 2015 naik lagi menjadi 82.67. Selanjutnya di tahun 2016 meraih angka 83.83 persen. Kemudian meningkat lagi di angka 84.85 pada tahun 2018, bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah berdasarkan BPS, berada pada kategori sangat memuaskan, rinci Menag.
"Itu bentuk rasa syukur kita, bukan ingin riya tapi hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini", ujarnya.
"Dalam menanggapi dan menyikapi aduan aduan yang datang darimanapun juga, dari masyarakat dan khususnya dari keluarga besar sendiri ASN. Kita harusnya belajar dari peristiwa kemarin. Betapa banyak orang yang melaporkan sesuatu yang tidak utuh kepada pihak pihak diluar kita, kemudian menyampaikannya ke ruang publik. Sesuatu yang belum diklarifikasi, dan belum diverifikasi". tandasnya
Ia juga menambahkan agar tidak mudah menyalahkan
org lain, tapi terus introspeksi. "Pengaduan itu boleh jadi baik, Kalau kita punya sistem
yang akuntabel, terpercaya dan transparan. Mungkin tidak perlu lagi orang mengadu ke
A, B, dan C." ungkapnya.
Maka sekali lagi peristiwa kemarin itu sangat bermakna bagi kita agar kita semakin serius berbenah diri. Oleh karena itu saya dengan beberapa pejabat eselon I dan eselon II tengah mempersiapkan terbentuknya dewan etik. " Dan ini sama sekali tidak untuk menyaingi inspektorat jendral, tetapi justru bisa memperkuat Inspektorat Jendral dalam proses pencegahan sekaligus ini untuk menularkan inspektorat jendral. Nanti akan kita lihat mana yang lebih diminati masyarakat, tegasnya.
Ia meyakini dalam proses pembenahan intensif, kalau tidak ada perubahan sama sekali berarti mekanismenya yang perlu diperbaiki. "Ini bukan untuk siapa siapa tapi untuk institusi", terang LHS.
Yang kedua, Pihaknya mengaku juga sedang merancang konsep sire assestment kepada seluruh pejabat eselon I dan II untuk meneguhkan kepada kita semua, bahwa mereka yg menduduki jabatan tertentu sesuai fit n proper. "Ini bukan bentuk sanksi tapi untuk meyakinkan bahwa setiap kita punya potensi yang Berbeda dan dinamis, hasilnya wawasan kita akan terus berkembang.
Bukan hanya untuk kepercayaan publik kepada kita. Jadi inilah cara kita merespon pelajaran keras yg kita alami belakangan ini. Badai itu tidak akan selamanya, ucap Menag.
Sebelumnya Ketua pelaksana Sekretaris Inspektur Jenderal Kemenag RI Muhammad Tambrin, memberikan kata sambutan pada acara Rakor Jakwas (Rapat Koordinasi Kebijakan Pegawai). Acara tersebut diadakan Di Discovery Hotel and Convention, Ancol. Dari tanggal 1 s.d 3 April 2019.
Peserta yang hadir tercatat kurang lebih 500 orang dari seluruh Indonesia, terdiri dari Para Karo PTKN se Indonesia, Kabag TU Kanwil se Indonesia, Kasubbag Ortakep Kanwil se Indonesia dan Kasubbag TU Kankemenag se Indonesia serta sebagian Kepala Madrasah di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, ia memberikan laporan kepada menteri agama Lukman Hakim Syaufuddin. Bahwa tujuan Rakor Jakwas diantaranya untuk mewujudkan pemahaman ttg pengelolaan anggaran dalam kaitanNya mempertahankan opini laporan keuangan kementerian agama wajar tanpa pengecualian. Ia memaparkan Kegiatan ini turut menjadi sarana Peningkatan anuitas sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) kementerian agama adalah peningkatan kapasitas aparatur pengawasan
Sebagai informasi, kegiatan ini terbagi dalam empat sesi pemaparan, sidang komisi, sidang pleno dan diskusi tanya jawab.(vera)