0 menit baca 0 %

Menag: Aksioma, KSM dan LKTI Cara Madrasah Harumkan Nama Bangsa

Ringkasan: Palembang (Inmas) – Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifudin sampaikan bahwa perhelatan Aksioma (Ajang Kompetisi Seni Olahraga Madrasah), KSM (Kompetisi Sains Madrasah) dan LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) merupakan ajang mengharumkan nama bangsa melalui prestasi di bidang sains, seni dan olahr...

Palembang (Inmas) – Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifudin sampaikan bahwa perhelatan Aksioma (Ajang Kompetisi Seni Olahraga Madrasah), KSM (Kompetisi Sains Madrasah) dan LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) merupakan ajang mengharumkan nama bangsa melalui prestasi di bidang sains, seni dan olahraga. Pernyataan itu disampaikan menteri saat jumpa pers di ruang loby gedung Palembang Sport Convention Center, Sumatera Selatan Senin malam (3/8) sesaat sebelum pembukaan Aksioma, KSM dan LKTI Tingkat Nasional tahun 2015 di Palembang Sumatera Selatan.

“Ini merupakan sebuah ajang atau wahana bagi siswa-siswi madrasah untuk tidak hanya menjaga dan memelihara prestasi tetapi juga memacu, meransang, memotivasi dan mengispirasi siswa-siswi untuk berprestasi, khususnya di bidang pendidikan. Untuk itu perlu dibuat sebuah ajang berkompetisi di bidang, tidak hanya berbagai ilmu pengetahuan yang diajarkan di madrasah tapi juga yang terkait dengan olahraga, seni dan, riset peneitian.  Ini juga cara keluarga besar Kemenag yang ada di republik ini untuk mengharumkan nama bangsa tidak hanya di bidang sains tapi juga seni dan olahraga,” kata Menag.

Lebih lanjut Menag menyampaikan bahwa yang hadir pada ajang ini merupakan putra putri terbaik bangsa dari madrasah di berbagai provinsi di Indonesia.  Selain sebagai ajang adu prestasi, helat ini juga sebagai event silaturrahim di antara madrasah. Yang menjadi latarbelakang ditajanya helat ini adalah untuk melakukan kompetisi kemampuan masing-masing siswa-siswi madrasah di bidang sains, seni dan olahraga.

“Selain itu, ajang ini kita buat  karena siswa-siswi madrasah tidak bisa ikut pada pelaksanaan OSN (Olimpiade Sains Nasional). Kegiatan tersebut, siswa-siswi madrasah kita tidak dapat ikut karena ajang itu diperuntukkan bagi siswa-siswi di sekolah-sekolah umum. Karena itu kita buat sendiri. Padahal siswa kita sesungguhnya tidak kalah prestasinya di bidang sains, seni dan olahraga dibandingkan dengan siswa-siswa umum tersebut,” tegas Menag.

Selain Menteri Agama, pada konfrensi pers tersebut hadir juga Wakil Gubernur Sumatera Selatan dan Direktur Jendral Pendidikan Islam Kemenag RI. (griven)