Riau (Inmas)- Melalui peringatan Isra’ Miraj menjadikan
shalat sebagai sarana mewujudkan sifat Tawadu, Disiplin, Sabar dan Jujur dalam
masyarakat. Orang yang shalat pasti tawadu, orang shalat pasti disiplin, dan
orang shalat pasti sabar dan jujur.
Hal tersebut diungkapkan Uztad KH Zulhendri Rais Lc MA,
Selasa (10/4/2018) saat memberikan tausiah pada Bimbingan Agama dan Keagamaan
bagi Pengawas dan Masyarakat pada Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1439
H/ 2018 M di Aula Kanwil Kemenag Riau yang dihadiri oleh seluruh pejabat dan
karyawan di Lingkunan Kanwil Kemenag Riau.
“Dengan peringatan Isra’ dan Mi’raj yang diadakan oleh
Kanwil Kemenag Riau sesuai dengan tema kita menginginkan agar shalat menjadi
kebutuhan dalam kehidupan, bagaimana kita shalat maka begitu juga dalam
kehidupan, dalam shalat kita disiplin maka dalam kehidupan juga kita shalat, di
dalam shalat kita jujur maka di luar shalat juga kita jujur. Sesungguhnya
shalat itu membentuk kepribadian muslim yang sejati taat pada Allah dan syariatNya,”
ungkapnya.
Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA usai acara
menyebutkan, peringatan Isra’ Mi’raj merupakan bagian dari perputaran hari-
hari besar Islam yang harus diperingati setiap tahun sebagai tazkirah atas hal-
hal yang telah dilakukan, mulai dari tingkat pusat, kanwil, hingga tingkat
desa.
“Dalam setiap tahun ada lima putaran hari besar Islam,
dimulai dengan bulan Muharom dengan memperingati tahun baru hijriah, pada bulan
Rabiul Awal dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bulan Rajab peringatan
Isra’ Mi’raj, pada bulan Ramadhan dengan peringatan Nuzul Qur’an dan bulan
syawal untuk saling maaf- memaafkan.
Ditambahkan Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau HM Saman S
Sos M SI didampingi Kasi PHBI Dra Hj Musalmah MA, bahwa peringatan Isra’ Mi’raj
di lingkungan Kanwil Kemenag Riau bertujuan bertujuan untuk melahirkan ASN yang
tawadhu, disiplin, sabar, dan jujur dalam masyarakat dan menjalankan tugas.
“Moment ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, dengan mengkaji ulang sejarah Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah shalat melalui perjalan Isra’ Mi’raj, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari- hari,” ungkapnya. (mus/faj)