0 menit baca 0 %

Memperingati Hari Ibu Ke-87, Wabub Bertindak Sebagai Inspektur Upacara

Ringkasan: Siak (Inmas) – Pemerintah kabupaten Siak memperingati Hari Ibu ke-87 dan Hari Kesadaran Nasional serta hari bela Negara ke 67 dengan mengadakan upacara di Halaman Kantor Bupati Siak, Senin (21/12/2015). Bertindak selaku Inpektur Upacara yakni Wakil Bupati Siak Drs.

Siak (Inmas) – Pemerintah kabupaten Siak memperingati Hari Ibu ke-87 dan Hari Kesadaran Nasional serta hari bela Negara ke 67 dengan mengadakan upacara di Halaman Kantor Bupati Siak, Senin (21/12/2015). Bertindak selaku Inpektur Upacara yakni Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si. Turut hadir pada kegiatan tersebut yakni Sekda Siak Drs. H. T.Said Hamzah, Kepala Dinas dan Kepala Badan Instansi dilingkungan Pemda Siak, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak yang diwakili oleh Kasi Pendis Drs. H. Nursya, Ketua MUI H. Sofwan Saleh, S.HI, Tokoh Masyarakat dan para Pegawai dilingkungan Pemda Siak sebagai peserta upacara.

Dalam Sambutannya Wakil Bupati Siak mengatakan Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia, yang telah berjuang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang untuk mencapai kemajuan bangsa. Tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita, semangat persatuan kesatuan dan kebhinekaan untuk mencapai kemerdekaan.

Cita-cita dan semangat untuk mewujudkan Indonesia yang aman, tenteram, damai, adil, dan makmur inilah yang telah dideklarasikan dan digemakan untuk pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Momentum ini sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia yang selanjutnya diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Ibu. Komitmen dan keseriusan pemerintah telah dibuktikan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sekaligus Hari Nasional bukan hari libur.

Peringatan Hari Ibu juga menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia, telah menempuh proses yang sangat panjang dan menjadi bagian dari sejarah terbentuknya negara ini. Semangat yang dilahirkan dari Peringatan Hari Ibu telah mengilhami semangat untuk mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya antara perempuan dengan kaum laki-laki, yang semakin menguatkan peran keduanya sebagai mitra sejajar dan partnership yang turut menentukan keberhasilan pembangunan. Momentum Hari Ibu diharapkan juga menjadi refleksi, introspeksi dan renungan bagi kita semua, untuk terus berinovasi dan berkreasi memajukan kiprah perempuan sehingga mampu sebagai agent of change di semua bidang pembangunan.

Perjalanan panjang selama 87 tahun, telah mengantarkan berbagai keberhasilan dan kemajuan bagi kaum perempuan dan kaum laki-laki untuk mewujudkan kesetaraan gender dan mampu menjawab berbagai tantangan global dan multi dimensi. Di lain sisi bagi generasi muda peringatan Hari Ibu telah mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang tidak pernah luntur dari para founding father dan para perempuan pejuang untuk mempertebal tekad dan semangat untuk bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan dengan dilandasi semangat persatuan, kesatuan dan kegotongroyongan. (Awl)

 

(edit:vera/novam)