0 menit baca 0 %

Membangun ekonomi kreatif melalui Koperasi MAN 1 Rokan Hilir

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas) - Tidak dapat dipungkiri,  selain sebagai makhluk sosial, Manusia juga merupakan makhluk homo economicus , yang terus berporoses dalam setiap tahapan waktu. Paling tidak ada 4 tahapan yang terus dilajalani, masa berburu dan bercocok tanam, masa modern, masa teknologi dan informa...

Rokan Hilir (inmas) - Tidak dapat dipungkiri,  selain sebagai makhluk sosial, Manusia juga merupakan makhluk “homo economicus”, yang terus berporoses dalam setiap tahapan waktu. Paling tidak ada 4 tahapan yang terus dilajalani, masa berburu dan bercocok tanam, masa modern, masa teknologi dan informasi serta masa ekonomi kreatif yakni ekonomi yang berbasis pada masyarakat dan budayanya.

Hal di atas sebagaimana disampaikan Kepala MAN 1 Rokan Hilir Dra. Hj. Rahmawati, MPd saat membuka KOPERASI MAN 1 ROKAN HILIR pada hari Kamis 1 Maret 2018 di Aula madrasah dan dihadiri seluruh ASN dan pengurus komite madrasah.

Lebih lanjut dalam dalam sambutan pembukaannya Hj. Rahmawati menjeleskan bahwa, pada tahapan pertama, masa berburu dan bercocok tanam. manusia masih dengan ciri sering berpindah yang disebut dengan  manusia nomaden, yakni hidup berpindah – pindah. Setelah nenek moyang kita menemukan lahan dan tempat yang cocok untuk membuka ladang dan bercocok tanah, di situlah mereka mulai menetap.

Tahapan kedua, ketika terjadinya revolusi industri di Prancis dan  Inggris memaksa manusia mulai meninggalkan cara manual bertani dan bercocok tanam. Para petani tidak lagi menggunakan alat – alat pertanian sederhana. Mereka mulai memakai peralatan pertanian dengan teknologi modern.

Masa yang ketiga, masa teknologi dan informasi. Pada masa ini manusia semakin dimanjakan dengan kehadiran cyber. Informasi dapat berkembang sangat cepat bahkan dalam hitungan detik.. Fenomena ini memaksa manusia terus mengembangkan ekonomi yang cepat pula. Bisnis online contohnya semakin berkeliaran.

Tahapan ke empat, yang disebut dengan  masa ekonomi kreatif. Mary Eka Pangestu, pada program seratus hari pertamanya sebagai Menteri Perdagangan RI di Kabinet Indonesia Bersatu selalu mendengungkan ekonomi kretif.  Ekonomi ini mengacu pada kearifan lokal bangsa Indonesia. Namun tetap menunjukkan sebagai bangsa yang berkembang dalam berbagai bidang. Tentu saja inovasi dan kreatifitas  anak bangsa harusnya menjadi spirit.

Dengan konteks kearifan lokal ini lah maka sangat layak bila koperasi menjadi andalah dalam mengembangkan ekonomi kretif dilingkungan masyarakat,  

Sebagai soko guru ekonomi Indonesia yang  tidak lepas dari budaya dan  krakter kebangsaan , sebagaimana dijelaskan dengan Undang – Undang Perkoperasian No. 25 Tahun 1992 bahwa  koperasi sebagai badan yang berdiri atas anggota – anggota dengan asas gotong-royong dan kerja sama.  Semangat persatuan bangsa dalam usaha bersama.

Maka tidak salah kiranya bila kita kembali kesemangat gotong royong  dalam bidang ekonomi lewat koperasi. “dan MAN 1 Rokan Hilir  sebagai lembaga pendidikan, yang berfungsi memberikan pengatahuan dan pendidikan anak daerah ini, tentu saja mempunyai tanggung jawab untuk ngembangkan eonomi kreatif dilingkungan warga MAN Rohil, lewat  KOPERASI MAN 1 ROKAN HILIR, tegasnya.

Usai acara pembukaan koperasi, Hj. Rahmawati didampingi majelis guru dan siswa melakukan pengguntingan pita yang terbentang di pintu ruang koperasi. Dengan mengajak sama-sama membaca bismillah Hj. Rahmawati lakukan pengguntingan pita dan resmilah sudah MAN 1 Rokan Hilir mempunyai koperasi. (Bstm/Nsh)