0 menit baca 0 %

Memanfaatkan Kain Perca, siswa MI Hidayatul Mubtadiin Buat Kerajinan Tangan

Ringkasan: Meranti (Inmas)- Memanfaatkan kain bekas (perca), siswa MI Hidayatul Mubtadiin Semukut membuat kerajinan tangan taplak meja di ruang kelas, Kamis (05/3/2020). Kerajinan tangan tersebut dibuat siswa kelas IV sebagai tugas proyek pada mata pelajaran Prakarya berupa pembuatan taplak meja yang dihias de...

Meranti (Inmas)- Memanfaatkan kain bekas (perca), siswa MI Hidayatul Mubtadiin Semukut membuat kerajinan tangan taplak meja di ruang kelas, Kamis (05/3/2020).

Kerajinan tangan tersebut dibuat siswa kelas IV sebagai tugas proyek pada mata pelajaran Prakarya berupa pembuatan taplak meja yang dihias dengan tempelan atau jahitan kain perca.

Para siswa MI Hidayatul Mubtadiin  membuat tugas tersebut dari kain-kain kecil bekas potongan jahitan yang mereka dapatkan sebelumnya dari beberapa tukang jahit di sekitaran tempat tinggalnya.

Para siswa mengaku sangat antusias memperhatikan dan mengikuti setiap langkah dari memilih perca, menyusun, menghias dan menjahitnya sesuai arahan gurunya.

Seusai pelajaran, guru prakarya MI Hidayatul Mubtadiin Huzsimah S.Pd. mengatakan pemberian tugas tersebut sudah sesuai dalam kompetensi dasar pembelajaran prakarya siswa kelas IV dalam meningkatkan kreatifitas dan kerjasama siswa.

Disamping itu menurutnya hal itu dapat meningkatkan kesadaran mereka untuk memanfaatkan sisa potongan kain yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang berguna, indah dan menarik.

Menurutnya supaya tidak membuang waktu banyak, tugas yang diberikan berkelompok tersebut sebagian memang sudah dipersiapkan siswa sebelumnya dari rumah berupa kain polos yang sudah digambar pola yang diinginkan setiap kelompok ditambah beberapa motif jahitan bunga dari kain planel.

“Sebelumnya mereka sudah diberikan teorinya dan polanya. Disini mereka tinggal menyusun dan menjahit saja lagi,” terang Huzsimah.

Di kegiatan tersebut, melalui bimbingan guru setiap kelompok membuat pola hiasan yang diinginkan pada sebuah kain polos. Masing-masing potongan kecil perca yang dibawa kemudian dijahit menyesuaikan pola yang telah digambar. Ada yang menjahitnya di tengah-tengan kain, ada yang setiap ujung sudut kain sesuai dengan keinginan dan arahan guru sehingga taplak meja yang tadinya berwarna polos menjadi indah dan menarik (Tim Inmas)