0 menit baca 0 %

Memaknai Haul Seorang Mursyid di Negeri Seribu Suluk

Ringkasan: ROKAN HULU (HUMAS) Ribuan jamaah Thariqat Naqsabandiyah yang datang dari berbagai daerah seperti Rokan Hulu, Inhil, Kampar, Dumai, Padang Lawas, Sumatera Barat dan sebagainya menghadiri haul ke 52 Syekh Ibrahim Al-Khalidy Naqsabandy Pasir Pengarayan, Rabu (31/10/2012) bertempat di Surau Suluk Syekh...
ROKAN HULU (HUMAS) Ribuan jamaah Thariqat Naqsabandiyah yang datang dari berbagai daerah seperti Rokan Hulu, Inhil, Kampar, Dumai, Padang Lawas, Sumatera Barat dan sebagainya menghadiri haul ke 52 Syekh Ibrahim Al-Khalidy Naqsabandy Pasir Pengarayan, Rabu (31/10/2012) bertempat di Surau Suluk Syekh Ibrahim Pasir Kota Baru Desa Koto Tinggi Kec Rambah Rohul. Hal ini dimaksudkan untuk mengambil suri tauladan dari syekh Ibrahim tersebut. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, di kantornya, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemda Pasir Pengarayan, Jum’at (2/11/2012). Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa acara haul dilaksanakan sekali dalam setahun. Haul adalah peringatan hari wafatnya seorang mursyid pengajar thariqat. Haul ini adalah yang ke 52, artinya 52 tahun wafatnya Syekh Ibrahim. Dikatakannya, Syekh Ibrahim Al-Khalidy Naqsabandy adalah seorang mursyid yang berpengaruh, dengan beberapa kelebihan yang dimilikinya. Diantaranya ialah Surau beliau tidak runtuh oleh erosi sungai Batang Lubuh; Tidak basah berjalan di waktu hujan. Selain itu, Dapat memenuhi kebutuhan di saat genting; Tahan racun makanan; Mengobati penyakit dengan mengusapnya; Dapat melihat orang yang akan meninggal; Melaksanakan haji tanpa biaya; Suluk 40 hari di Jabal Qubaisy, dan lain sebagainya. Syekh Ibrahim memiliki tiga nasehat penting kepada murid-murid dan anak cucunyanya, sebagai berikut : Pertama, Wahai anak cucuku, murid-muridku semua, sepeninggalnya aku nanti akan terjadi berbagai persoalan dan perdebatan dalam agama Islam, untuk itu berpegang teguhlah dengan Alqur’an dan Alhadits. Kedua, Wahai anak cuccu keturunanku dan murid-muridku semua, apabila kalian dizalimi, dihina dan difitnah oleh siapapun jangan dilawan dan dibalas, akan tetapi serahkan kepada Allah SWT, karena cepat atau lambat pasti akan kelihatan akibatnya. Ketiga, Wahai anak cucu keturunanku dan murid-muridku semua, akan kalian temui nanti, umat manusia banyak yang tidak patuh kepada pemimpinnya. Dan pemimpin yang taat melaksanakan agama akan dimusuhi. (Ash).