0 menit baca 0 %

Melayu Adalah Melayu Adatnya, Melayu Bahasanya, Islam Agamanya

Ringkasan: Pekanbaru (Humas) – Mantan Kakanwil Depag Provinsi Riau tahun 1991 – 1997 H Mukhtar Samad sampaikan bahwa Lembaga Adat Melayu Riau (LAM-Riau) punya peran besar membina kehidupan umat beragama di Provinsi Riau. Menurutnya, LAM tentu saja mengurus hal yang berkait dengan adat Melayu yang s...

Pekanbaru (Humas) – Mantan Kakanwil Depag Provinsi Riau tahun 1991 – 1997 H Mukhtar Samad sampaikan bahwa Lembaga Adat Melayu Riau (LAM-Riau) punya peran besar membina kehidupan umat beragama di Provinsi Riau. Menurutnya, LAM  tentu saja mengurus hal yang berkait dengan adat Melayu yang sangat tak terpisahkan dengan agama Islam. Hal ini dapat dilihat dari pepatah-petitih: syarak yang mengata, adat yang memakai atau adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah.

Lebih lanjut H Mukhtar Samad meyampaikan bahwa asas yang menjadi jatidiri  orang Melayu adalah kesamaan agama (Islam), kesamaan adat dan bahasa. 

“Atas dasar itulah dapat disimpulkan bahwa orang Melayu adalah orang yang Melayu adatnya, Melayu bahasanya dan Islam agamanya,” kata H Mukhtar saat dialog Interaktif Ramadhan di TVRI Riau-Kepri, Sabtu (27/06).

Lebih jauh mantan Kakanwil Depag Jambi periode 1997-1999 ini menjelaskan bahwa peran LAM adalah membina kehidupan beragama pada orang Melayu supaya tidak kehilangan jati dirinya. Bentuk pembinaan itu salah-satunya melalui tunjuk ajar Melayu. Dan tunjuk ajar itu sarat dengan nilai-nilai Islam.

“Apalah isi periuk besar, beras ditanak menjadi nasi. Apalah isi tunjuk ajar, isinya syarak dan sunnah nabi. Dalam tunjuk ajar Melayu dituturkan bahwa dari kecil diisi iman, supaya cepat mengenal Tuhan, dari kecil diajar mengaji, supaya hikmahnya lekat di hati. Dari kecil diajarkan sembahyang, supaya imannya sampai ke tulang. Dari kecil ditanamkan akhlak, supaya besar hidupnya cedak, ” kata H Mukhtar Samad yang merupakan anak jati Rantau Kuantan ini memberi tunjuk ajar.

Ketika presenter Griven H Putera yang merupakan pegawai Inmas Kanwil Kemenag Riau menanyakan bagaimana pengaruh tunjuk ajar itu bagi masyarakat dulu dan kini. H Mukhtar menjelaskan, bahwa dahulu tunjuk ajar tersebut mankus atau efektif dan efisien membina moral masyarakat karena para tokoh memiliki keteladanan dalam bersikap dan berprilaku. Sementara hari ini, para tokoh masayarakat sendiri amat sulit mencari yang bisa diteladani dan dicontoh. Padahal keteladanan tersebut amat diperlakukan dalam pewarisan nilai-nilai.

Lebi jauh Mukhtar samad menyampaikan, tujuk ajar tersebut berhasil di masa lalu karena ditopang  oleh peran raja-raja Melayu. Setelah raraja-raja Melayu tidak ada, maka tidak ada lagi kekuatan yang bisa mendeking atau memback-up penyebaran dan pewarisannya. (ghp)