0 menit baca 0 %

Melancong ke Destinasi Wisata Aceh, Kontingen Riau Lupa Penat

Ringkasan: Aceh (Inmas) - Daerah Istimewa Aceh yang merupakan tempat bermulanya cahaya Islam yang akhirnya menyebar di seluruh Nusantara. Sejak tanggal 9 hingga hari ini 13 Oktober dibanjiri oleh sejumlah tamu dari berbagai penjuru Indonesia selama sepekan dari 9 s.d 14 Oktober, esok hari.Gelaran kompetisi Nas...

Aceh (Inmas) - Daerah Istimewa Aceh yang merupakan tempat bermulanya cahaya Islam yang akhirnya menyebar di seluruh Nusantara. Sejak tanggal 9 hingga hari ini 13 Oktober dibanjiri oleh sejumlah tamu dari berbagai penjuru Indonesia selama sepekan dari 9 s.d 14 Oktober, esok hari.

Gelaran kompetisi Nasional ke VIII ini diwarnai dengan melakukan kunjungan ke tempat wisata yang monumental di Kota Banda Aceh sekitar. Seperti Syah Kuala Ulee le, Rumah Cut Nyak Dien, Taman Budaya di Neusu, Indra Patra di Indrapuri, monumen Tugu Darsussalam, dan tempat wisata lainnya.

Provinsi ini terdiri dari 23 Kota/ kab meliputi Pidie Jaya, Banda Aceh, Lokseumawe, Simeulue, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh  Singkil, Bener Meriah, Aceh Barat, Bireuen, Aceh Timur, Langsa, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Pidie, Aceh Tenggara, Aceh Besar, Sabang, Aceh Tengah, dan Subulus Salam.

Rentang Alam tropis 125 meter diatas permukaan laut diujung Pulau Sumatera, adalah wilayah paling barat Indonesia merupakan loka ragam hayati Aceh. Batas wilayahnya memberi daya pikat sebagai pintu gerbang penghubung belahan dunia timur dan barat. Pulau, gunung, sungai sungai penting dan 17 titik panas bumi di Aceh menyimpan pusaka bagi kehidupan sebaran masyarakat dalam 6450 gampong (red:kampung).

Wangi rempah, megahnya sutra, dan kilau emas menjadikan Aceh menjadi tempat menarik untuk dikunjungi, belum lagi berbagai jenis coffee yang ada di daerah ini, sungguh memancing selera setiap tamu yang datang berkunjung kesini. Begitu pun kontingen Riau yang membawa pasukan sebanyak 31 orang ini, terlihat bersemangat menjalani wisata alam sekaligus wisata kuliner sejak pukul 09.00 WIB pagi tadi.

Wajah lelah memang tak bisa dibohongi dari ekpresi mereka. Namun semangat untuk menikmati dan menelusuri setiap sudut kota Banda Aceh seakan mengabaikan kepenatan mereka.

Salah seorang peserta debat Anesti Viantika siswi Kelas XI SMA I Tualang mengaku sangat lelah, namun karena baru pertama kali ke Aceh dengan keindahan alam wisatanya remaja kalem ini berucap spontan "kalau bisa pengen kembali lagi kesini suatu saat dengan waktu yang lebih panjang", ungkapnya.

Peserta lainnya bernama Najwa Syafiqoh siswi SMP N Bernas Pangkalan Kerinci mengatakan dalam kesempatan yang sama, mengaku sangat senang bisa diajak jalan dengan jadwal khusus seharian ini, meskipun kalah ucapnya lantang sembari tertawa lepas.

Sementara itu Siswi Kelas VIII SMP I Bangkinang Nurul Husnah, peserta cabang Cerdas Cermat  juga mengaku sangat menikmati perjalanan wisata yang merupakan daerah asal ibu kandungnya ini, bisa sekalian pulang kampung dan melepas rindu dengan suasana alamnya, ujarnya cengengesan.

M Nafri Zulirfan asal SMA N I Sungai Apit Siak, peserta pada cabang pidato SMA putra mengaku perjalanan city tour ini  sangat menyenangkan. "Bisa menambah wawasan dan pengetahuan kami, dengan sejarah sejarah keren yang ada di Aceh. Bahkan dapat menambah rasa syukur kami atas kebesaran Allah Swt dengan melihat segala keindahan alam tanah Rencong" , ujar calon da'i measa depan ini.

Ditengah perjalanan ke Kapal Apung, pihak LO kontingen Riau memutarkan kembali story tragedi Tsunami 26 Desember 2014.  Video berdurasi 30 menit itu adalah video pertama yang berhasil direkam. "Rekaman Original Putri dari Kapolda Riau bernama Putri, itu dihargai senilai 1 M waktu itu", ujar Kak Idi menjelaskan. Dengan menyaksikan kembali video peristiwa tsunami  itu, membuat siswa/i  semakin penasaran ingin melihat semua benda dan monumen bersejarah di Museum tsunami yang dimiliki kota Serambi Mekah ini secara langsung.(vera)