0 menit baca 0 %

MELALUI OUTBOND, BERGEMBIRA & JALIN KEBERSAMAAN

Ringkasan: Indragiri Hulu,(Inmas). Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling mendasar bagi pembentukan sumber daya manusia (SDM) pada generasi mendatang. Semakin berkualitas pendidikan anak usia dini, maka semakin berkualitas jugalah SDM generasi tersebut di masa depan.Salah satu metode pembel...

Indragiri Hulu,(Inmas). Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling mendasar bagi pembentukan sumber daya manusia (SDM) pada generasi mendatang. Semakin berkualitas pendidikan anak usia dini, maka semakin berkualitas jugalah SDM generasi tersebut di masa depan.
Salah satu metode pembelajaran yang efektif adalah melalui aktivitas outbound yang di sajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi, dan petualangan sebagai media penyampaian materi. Pengertian outbond secara lengkap adalah sebuah kegiatan yang dilakukan di alam terbuka (Outdoor) dengan melakukan beberapa simulasi permainan (Outbound Games) baik secara individu maupun berkelompok. Outbound adalah kegiatan di alam terbuka dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja seseorang, khususnya yang berkaitan dengan mental dan perilaku seperti meningkatkan rasa percaya diri, berkomunikasi dan berkerja sama dengan orang lain dalam mengembangkan kretifitasnya. Outbound  juga dapat memacu semangat belajar dan motivasi pengembangan diri.
Kegiatan outbound berawal dari sebuah pengalaman sederhana seperti bermain, dengan bermain ataupun memainkan suatu permainan bisa membuat orang yang memainkan maupun menyaksikan suatu permainan menjadi merasa senang, dan bahagia.
Ketika anak dapat mengembangkan bakat yang dimilikinya, anak akan tumbuh dengan perasaan kuat dalam diri mereka dan percaya diri. Sebaliknya, bila kebutuhan dasar anak tidak terpenuhi, ia akan merasa diabaikan, tersisih, merasa tidak pantas mendapat perhatian, dan mudah malu. Berkembangnya rasa percaya diri atau citra diri yang positif pada diri anak sangatlah penting untuk kebahagiaan dan kesuksesan anak. Anak yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi akan merasa nyaman dengan dirinya sendiri, cenderung mengetahui potensi yang ada pada dirinya, dapat bersosialisasi, dan berkomunikasi dengan orang lain dengan baik.
Orang tua dan guru sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam kehidupan awal seorang anak berperan besar dalam pembentukan kepercayaan diri anak. Pembentukan kepercayaan diri merupakan proses yang membutuhkan waktu yang tidak singkat. Sejak dini, orang tua dan guru hendaknya selalu berusaha membentuk dan mempertahankan kepercayaan diri anak. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah, karena kepercayaan diri merupakan hal yang dapat mengalami pasang surut, dan dipengaruhi oleh banyak hal. Upaya untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang membutuhkan proses. Dibutuhkan waktu dan usaha yang cukup keras untuk dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Kesemuanya itu tak terlepas dari berbagai usaha yang dapat dilakukan oleh orang tua dan guru sebagai sosok terdekat anak.
Terkait dengan sebagaimana tersebut di atas, Sabtu 18 Januari 2020 RA (Raudhatul Athfal) Tunas Harapan Air Molek melaksanakan outbond pada salah satu Wahana Rekreasi Keluarga.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh peserta didik sebanyak 121 orang bersama orang tuanya. Keterlibatan orang tua peserta didik, selain sebagai pendamping karena usia peserta didik yang masih muda, juga sekaligus ajang silaturahim di antara keluarga besar RA. Tunas Harapan.
Melalui outbond, dilaksanakan berbagai permainan, kemudian bergembira, bahagia bersama sekaligus jalin kebersamaan di antara keluarga besar RA. Tunas Harapan, demikian dikatakan Nur Rochayati, S.Pd selaku kepala RA. Tunas Harapan yang terletak di jalan Jenderal Sudirman, Gang Dang Purnama nomor 129 Wonorejo Selatan Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu.(tulang).