0 menit baca 0 %

Mekkah Semakin Padat, TPHI, TKHI Kloter 20 BTH Ajak Karu-Karom Satu Komando

Ringkasan: Riau (Inmas) - Kota Mekkah semakin padat karena calon jamaah haji dari seluruh penjuru dunia terus berdatangan untuk melakukan prosesi ibadah haji, tak terkecuali Riau pada musim haji tahun ini.Dibutuhkan trik cerdas dari para jamaah sehingga lancar beribadah.

Riau (Inmas) - Kota Mekkah semakin padat karena calon jamaah haji dari seluruh penjuru dunia terus berdatangan untuk melakukan prosesi ibadah haji, tak terkecuali Riau pada musim haji tahun ini.

Dibutuhkan trik cerdas dari para jamaah sehingga lancar beribadah. Jamaah dari Riau saja hingga kemarin tercatat sedikitnya 4923 orang. Hal itu diutarakan  Anasri Nurdin sellau TPHI Kloter 20 kepada humas, Selasa (23/07) di EHA Riau.

Anasri mengatakan jemaah sudah harus berpakaian ihram sejak dari tanah air dari Embarkasi Haji Antara. Setiba di Jeddah pihaknya akan melakukan pembersihan dan croscek kembali terhadap jemaah. Untuk memastikan jemaah sudah siap memulak rangkaian ibadah dimasjidil haram.

“Mana yang jemaah yang belum steril atau masih memakai pakaian dalam atau baju dalam, akan kita coba sterilkan lagi, sehingga sudah pas dan yakin bisa berniat untuk ihram di Jeddah”, tukas pejabat yang baru menyelesaikan gelar doktor ini.

Ia memastikan bahwa di Jeddah nanti tidak ada lagi yang mengganggu untuk jemaah berniat ihram. 

“Harus dipastikan betul tidak ada pakaian lain selain dua helai pakaian ihram kita nanti”, tukasnya lagi.

Dengan kondisi yang super padat ini, maka jamaah haji membutuhkan trik cerdas dalam menyikapi sejumlah tantangan sehingga bisa beribadah dengan lancar.

Menuritnya sangat butuh kerjasama dan komitmen kuat dalam melayani umat yang tidak sedikit itu.

Namun Anasri memastikan jika para petugas haji sudah bersiaga dan kompak melayani jemaah. Segala kendala tentu bisa diatasi, katanya.

Hal utama lain yang penting menjadi perhatian adalah selama di Mekkah seluruh jemaah harus satu komando. Menurutnya komando harus diutamakan oleh para jemaah.

 “Terlebih lagi mengingat ini kloter Nusantara istilahnya, 11 kabupaten kota bergabung disini, jadi selama ini kan sulit waktu untuk berkumpul dengan karu dan karom, maka kita tekankan  apapun bentuk intruksi jalur komando nanti harus ditaati”, katanya.

Ia mengajak para petugas kloter lain yang berasal dari Riau, selain perlunya menjaga kekompakan tak ketinggalan petugas harus konsisten dengan komitmen bahwa tugasku adalah Ibadahku. 

Menurutnya hal hal yang bisa merusak seperti ego, peluang kesalahpahaman atau keterlambatan informasi, atau karena jabatan, atau karena baru saling kenal, sebaiknya itu dikesampingkan.

Anasri yakin bahwa kekompakan bisa menjadi kunci kelancaran beribadah selama di tanah suci.

Kondisi suhu yang begitu tinggi dengan tingkat kelembaban rendah berpotensi memicu dehidrasi tubuh jamaah. TKHI kloter 20 yang turut hadir pada kesempatan itu mengatakan dehidrasi akan menyebabkan gangguan metabolik di dalam tubuh sehingga memicu munculnya berbagai ragam penyakit.

"Saya meminta jamaah haji Riau sering minum air. Sebab air yang berkurang akan menyebabkan gangguan metabolik, keseimbangan karena asupan mineral kurang sehingga seluruh penyakit muncul," katanya.

Selain itu juga yang perlu diingat jemaah adalah selalu menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) dalam aktivitas ibadah maupun kegiatan lain. Misalnya topi, payung, kaca mata hitam, ataupun masker.

Tak lupa diakhir bincang, Iamengajak seluruh petugas haji beserta karu dan karom selalu menjaga kekompakan selama di tanah suci.(vera)